» » Pangdam III/Slw : Jaga Komunikasi dan Toleransi


SJO BANDUNG - Menyambung tali silaturahmi dalam ajaran Islam, merupakan keharusan sosial yang akan mampu menjadi jalan sekaligus perekat bagi terbentuknya persaudaraan umat islam (ukhuwah islamiyah), persaudaraan bangsa (ukhuwah wathoniyah), serta persaudaraan umat manusia (ukhuwah insaniyah).

Menurut Pangdam Siliwangi, silaturahmi yang digelar tersebut merupakan upaya menyikapi salah satu tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi, seperti kejadian di Tolikara, Papua.

“Kejadian tersebut tidak perlu terjadi dan tidak akan terjadi di wilayah Jawa Barat dan Banten”, tegas Pangdam.

Demikian disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim saat bersilaturahmi dengan  Tokoh Agama, Tokoh Pemuda Dan Tokoh Masyarakat  se-wilayah Jawa Barat bertempat di ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi jalan Aceh no. 69 Bandung, Rabu (22/7/2015)

Ditegaskan Pangdam, dengan silaturahmi sesuai dengan budaya dan warisan pendahulu bangsa, sesama masyarakat bisa saling mengetahui posisi, fungsi dan peran masing-masing, khususnya  antara Kodam III/Siliwangi dengan para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, serta seluruh komponen bangsa Indonesia lainnya.

Sudah sejak lama, banyak Negara asing yang menginginkan kehancuran dan bubarnya Negara Indonesia. Segala cara dilakukan untuk mencapai hal tersebut, diantaranya dengan penyusupan faham ISIS, juga mengadu domba sesama anak bangsa, dengan memanfaatkan pertentangan Suku, Ras dan Agama.

Jika upaya memecah belah tersebut tidak ditanggapi dan diantisipasi, maka bukan tidak mungkin Negara Kesatuan Republik Indonesia akan hancur. Untuk itu Komunikasi harus tetap dijaga dan Forum silaturahmi harus menjadi forum tukar informasi, menyamakan persepsi dalam pola pikir, cara pandang dan cara bertindak dalam mengatasi masalah keumatan, kebangsaan dan kenegaraan yang menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

Pangdam mengajak seluruh Toga, Toda dan Tomas untuk menjaga kondusifitas situasi keamanan di wilayah Jawa Barat, yang selama ini telah terjaga dengan baik. “Tetap jaga komunikasi antar sesama dan utamakan bermusyawarah untuk juga jaga toleransi kehidupan beragama, maka bangsa akan tetap bertahan dan kuat” tegas Pangdam.

Lebih lanjut dijelaskan Pangdam III/Siliwangi tentang upaya meredam dampak gejolak dari kejadian di Tolikara Papua tersebut, di setiap Korem di Jajaran Kodam III/Siliwangi juga di gelar silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dengan Toga, Toda dan Tomas se wilayah Korem. (PIII)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: