» » Pangdam III/Siliwangi Pimpin Evakuasi Korban Erupsi Gunung Papandayan

SJO GARUT - Pangdam III/Silwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim pimpin langsung evakuasi korban erupsi Gunung Papandayan bersama prajurit dari batalyon dari jajaran Koram III/Siliwangi di Kecamatan Garut Kota, Bayongbong dan Cidawu, Kamis (30/7).

Di Koramil wilayah terdampak telah didirikan tenda-tenda darurat bencana serta tenda-tenda pengungsian warga. Sementara itu prajurit bersama instansi pemerintah lainnya bahu-membahu mengarahkan warga menuju daerah aman.

Hal tersebut terungkap saat latihan simulasi penanggulangan bencana Gunung Api Papandayan yang di gelar Kodam III/Siliwangi dalam rangka mempersiapkan satuannya apabila terjadi bencana alam.

Selain itu, pelatihan dan simulasi  bertujuan melatih para petugas, relawan, dan koordinasi setiap instansi pemerintah, serta melatih warga terlatih dan siap jika bencana yang tidak diharapkan tersebut terjadi.

Kegiatan Simulasi yang diawali dengan Rapat Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat Rapat, dilaksanakan terkait dengan naiknya status gunung Papandayan menjadi Siaga sejak tanggal 25 Juli 2015 lalu. Materi yang disimulasikan meliputi jalur evakuasi warga, titik aman dari ancaman bencana, pengobatan korban bencana, pengaturan lalu lintas saat evakuasi, sampai pengaturan fasilitas dan kebutuhan pengungsi di lokasi pengungsian.

Gunung Papandayaan terletak di dua wilayah yaitu Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung sehingga bila terjadi letusan maka kewenangan untuk menanganinya adalah tingkat Provinsi Jawa Barat. "Kegiatan evakuasi harus tetap dilatihkan sehingga jika ha-hal yang tidak kita inginkan ini terjadi, maka semuanya dalam kondisi yang sudah siap“, ujar Pangdam di sela-sela kegiatan simulasi.

Gunung Papandayan tercatat telah beberapa kali meletus diantaranya pada 12 Augustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942, dan 11 November 2002. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2957 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km.

Pangdam menambahkan bahwa kegiatan simulasi seperti yang dilaksanakan Kodam III/Siliwangi, juga telah dilaksanakan di berbagai wilayah, seperti Padang, Kalimantan, dan Jawa Tengah," kata Pangdam di sela kegiatan tersebut.

"Disimulasikan bagaimana jika saluran listrik di pengungsian padam, bagaimana jika kekurangan air dan cara damkar mengatasinya, jika kekurangan logistik dan bagaimana pemda mengatasinya," tambah Pangdam.

Lebih lanjut menurut Pangdam, Bukan hanya Gunung Api Papandayan yang harus diawasi, melainkan juga sejumlah gunung api lainnya di Jawa Barat seperti Tangkubanparahu di Kabupaten Bandung Barat dan Subang, serta Gunung Ceremai yang meliputi Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. (PIII).



«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: