» » » Lewat Latbakjaktri Pendam III/Siliwangi Pelihara Profesionalisme Prajurit


SJO BANDUNG - Kemampuan dan kemahiran menembak adalah suatu keharusan bagi seorang Prajurit TNI AD, baik itu yang bertugas di Satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur maupun yang bertugas di Staf Satuan Dinas seperti di Penerangan Kodam III/Siliwangi. Di sisi lain, tidak ada seorang prajurit yang hebat dalam suatu hal, yang ada adalah seorang prajurit yang terlatih.

Untuk itu sudah seharusnya sebagai seorang prajurit, menggunakan kesempatan yang sudah diberikan oleh negara untuk melaksanakan latihan menembak dan memanfaatkannya seoptimal mungkin.

Demikian disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arm Robertson Ismail S.Ip M.Si usai  latihan menembak Senjata ringan (latbakjatri) di lapangan tembak Secaba Rindam III/Siliwangi,  Bihbul, Bandung (1/7).

Latbakjaktri Triwulan ke II, untuk Pendam III/Siliwangi pelaksanaan dibagi menjadi Tiga (3) gelombang latihan selama 3 hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2015.

Senjata yang digunakan adalah pistol P-I dengan jarak tembak 15 meter. Posisi menembak dilakukan dengan sikap berdiri dua tangan, diikuti semua perwira. Sementara senapan SS -I jarak 100 meter diperuntukan bagi seluruh anggota Pendam, dengan sikap tiarap, duduk, dan berdiri.

”Sebagai prajurit TNI harus mahir menggunakan senjata sehingga harus berlatih secara rutin dan berkesinambungan sehingga akan mendapatkan hasil yang baik." tegas Robertson

Dalam evaluasi hasil latihan, masih terdapat hal-hal yang harus mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam hal persiapan dan upaya penilaian hasil menembak dengan laras panjang.

“Mungkin karena dalam latihan menembak, hampir setiap satuan jajaran Kodam III/Siliwangi dipersiapkan oleh Detasemen Markas Kodam III/Siliwangi, maka untuk penyiapan Lisan sasaran tembak masih perlu disempurnakan” Ujar Kapendam III/Siliwangi.(PIII/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: