» » Lahan Sawah Lebih Sempit, Produktivitas Beras Jabar Tertinggi

SJO BANDUNG – Bila dibandingkan dengan provinsi lainnya, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah yang memiliki lahan sawah masing-masing 1,2 juta hektar dan 1,1 juta hektar, Jawa Barat yang memiliki lahan kurang dari 1 juta hektar masih menjadi provinsi dengan produktivitas  beras tertinggi per hektarnya. Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), hal ini disebabkan karena sistem pengairan, pupuk, dan petani di Jawa Barat lebih baik.

Aher mengungkapkan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup, Kelautan & Perikanan, dan Pangan dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) Reses masa Persidangan IV Tahun Sidang 2014-2015 ke wilayah Jawa Barat.

“Pada posisi luas lahan tanam sawah basah paling sedikit dibanding Jawa Tegah dan Jawa Timur, tapi padi kan masih besaran kita (Jawa Barat) hasilnya. Berarti petani-petani Jawa Barat hebat sebetulnya, karena meskipun lahannya lebih kecil dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Timur tapi produktivitas  per hektarnya lebih tinggi,” papar Aher usai pertemuan yang berlangsung di Ruang Sanggabuana Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung pada Kamis siang (09/7).

Selain itu, dengan produk holtikulturanya yang besar seperti cabai, Jawa Barat mampu mencegah impor cabai yang beberapa waktu lalu sempat terdengar kabarnya. “Kemarin kan ada kabar mau impor cabai tapi tidak jadi impor. Apa sebabnya? Karena Jawa Barat panen cabai,” tutur Aher.

Aher pun mengungkapkan, Jawa Barat akan terus mendorong serta mempertahankan kemandiriannya di bidang pangan, perikanan, sayuran serta buah-buahannya, melalui peningkatan indeks panen dan indeks tanam di Jawa Barat bagian utara yang memiliki lahan pertanian lebih besar daripada bagian selatan, serta perbaikan irigasi.

Sementara di bidang peternakan, Pemprov Jabar pun terus mendorong peternak untuk lebih professional serta meningkatkan produksi peternakan lokal, seperti ayam pelung, ayam sentul, sapi rancah, serta domba garut agar lebih dikembangkan. Menurut Aher, disamping lebih bergizi dan lebih baik produk ternak lokal Jawa Barat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, ditemui usai acara Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan dengan luas lahan pertanian yang lebih sedikit namun memiliki produksi yang lebih tinggi, hal tersebut menjadi prestasi bagi Jawa Barat.

“Masalah pangan saya pikir Jawa Barat termasuk penyumbang terbesar dan peningkatannya paling tinggi di Indonesia, walaupun luas pertanian yang menurun di bawah 1 juta (hektar), ini prestasi tersendiri buat pak Gubernur,” ujar Edhy.

Namun, Komisi IV memberikan catatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait masalah seperti lingkungan dan masalah waduk di Jabar yang harus segera diantisipasi. Menurut Edhy, permasalahan lingkungan seperti Sungai Citarum harus segera diselesaikan agar kerusakannya tidak semakin parah.

Kunker Komisi IV DPR RI berlangsung mulai tanggal 8-12 Juli 2015. Sebelumnya, Anggota Komisi IV pun berkunjung ke Pasar Cibitung Bekasi untuk memantau harga kebutuhan pokok jelang Lebaran.

Selain Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI, turut hadir perwakilan dari Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kabalitbang Kelautan Kementerian Perikanan & Kelautan, serta perwakilan Perhutani. Sementara dari Pemprov Jabar, turut mendampingi Gubernur Jawa Barat, yaitu Plt. Sekda Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Perekonomian & Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Tanamana Pangan, Kepala Dinas Perikanan & Kelautan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala BPLHD, serta para pejabat terkait lainnya.(rel)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: