» » » Koleksi Buku Perpus TNI AD Ada yang Berusia Hampir 1 Abad


Foto : Kepala Perpustakaan Pusat TNI AD - Dinas Sejarah Angkatan Darat Letkol Inf Eko Ismadi menerima kunjungan Redaksi seputarjabar.com, Peter S Simo Wibowo SH (Kepala Humas), Leonardus A Fanuel  (Kepala Analisa dan Kajian), Rabu (29/7) siang.

SJO BANDUNG - Seiring waktu berjalan catatan sejarah menjadi saksi bisu kegagalan hingga suksesi sebuah bangsa. Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah. Kutipan tersebut tersirat, saat awak Redaksi seputarjabar.com berkunjung ke Dinas Sejarah TNI AD, Perpustakaan Pusat Tentara Nasional Angkatan Darat (TNI AD) di Jalan Kalimantan No.6, Rabu (29/7) siang.

Gedung bersejarah yang dahulu memiliki nama "Centraal Militair Bibliotheek" merupakan pusat Perpustakaan KNIL pada masanya.

"Setelah pengakuan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949, pemerintah Hindia Belanda menyerahkan semua Instansi baik sipil maupun militer dengan segala inventarisnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, Disinilah cikal bakal perpustakaan pusat TNI AD" Terang Kepala Perpustakaan Pusat TNI AD Letkol Inf Eko Ismadi.

Kemudian pada13 September 1950 fasilitas digunakan secara resmi dengan nama Pusat Perpustakaan Angkatan Darat dipimpin oleh Kapten A Kartawirana, Kepala  PPAD I.

Dari data yang tercantum "Hingga saat ini sebanyak 44.234 Eksemplar yang terdiri dari Bahasa Indonesia, 15.064, Bahasa Belanda 8.659, Bahasa Inggris 7.445. Bahasa Perancis 4.613. Bahasa Jerman 3.353 tertata rapi di ruangan penyimpanan"

Yang tak kalah menarik, Buku Pemerintah Hindia Belanda keluaran tahun1910 - an berusia Satu abad lebih ada disini, masih berderet rapi bersama ratusan koleksi lawas dalam kondisi lumayan baik.

Letkol Inf Eko Ismadi merupakan Abituren Akmil 1988, pria yang akrab disapa Kanjeng Eko dikenal fasih dalam menyampaikan data sejarah, baik itu Pra hingga Pasca kemerdekaan. Suksesi sebuah Orde, dan masa Reformasi juga terekam detail, maklum buku menjadi sahabat kental Eko.

"Jangan melupakan sejarah" Tutur Eko Ismadi kepada Redaksi seputarjabar.com.

Walau dikenal sebagai Perpustakaan Militer, namun perpus ini terbuka untuk umum. Pada satu kesempatan Tim melihat beberapa mahasiswa sedang mencari referensi buku. Pengunjungnya juga berasal dari domestik hingga mancanegara.(Don/Sc)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: