» » » » Kekeringan di Purwakarta, Bocah 10 Tahun Harus Berjalan Kaki Sejauh 2 Kilometer Untuk Mendapatkan Air


SJO PURWAKARTA - Kesulitan air bersih selama hampir 5 bulan terakhir, akibat musim kemarau dirasakan oleh Sejumlah Kampung di Desa Gurudug Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta. Salah satunya Warga Kampung Citalaksana Desa Gurudug Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta, mengalami kesulitan air bersih sejak 5 bulan terakhir.

Namun warga Kampung Citalaksana rela berjalan kaki di tengah tandusnya areal pesawahan yang kekeringan dan kondisi jalan yang berbatuan, memikul dan menenteng jerigen yang berisikan air dari sumber air untuk kebutuhan keluarganya dengan jarak tempuh 2 Kilometer.

Ketika seputarjabar.com mewawancara salah satu anak yang rela turut serta mengambil air bersih Rudi Salim (10), bocah laki laki Kelas 4 SD, setiap harinya rela memikul Jerigen kecil berisi air bersih dari sumber air, yang di ambil dari aliran sungai demi memenuhi kebutuhan orang tuanya guna untuk memasak, mandi dan mencuci.

"Tanpa menghiraukan rasa lelah, akibat jarak yang di tempuhnya cukup jauh seusianya". Kamis (30/7).

Sementara menurut Ilah Hayati orang tua Rudi Salim mengakui, kekeringan yang berdampak kepada kesulitan mendapatkan air bersih telah berlangsung sejak 5 bulan terakhir. Namun hingga saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta belum memberikan bantuan penyaluran air bersih, untuk kebutuhan sehari hari. Jelasnya

Dalam kesulitan air bersih ini, Warga Kampung Citalaksana Desa Gurudug Kecamatan Pondok Salam, berharap secepatnya turun hujan. Sehingga keterpurukan warga akibat kesulitan air bersih tidak berkepanjangan dan anak anak pun tidak lagi berjuang mengambil air bersih yang bejarak 2 Kilometer.

Namun selama ini, para ibu rumah tangga dan anak anak juga, memanfaatkan aliran sungsi, untuk kebutuhan rumah tangga,  meski kondisi air sungai keruh dan berbusa. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: