» » » Hari Anak, Momentum Darurat Perlindungan Anak


SJO, MAJALENGKA - Hari anak nasional  tahun 2015 ini bagi Indonesia harus dijadikan sebagai momentum darurat perlindungan anak,ditengah banyaknya kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak selama ini.

K.H Maman Imanulhaq Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB Mengatakan Hari anak nasional jangan hanya menjadi seremonial dan ritual belaka. karena masih maraknya Kasus-kasus  kekerasan terhadap anak selama ini menjadi rapor merah bagi kpai, kementerian PPPA,Kemensos dan lain-lain.oleh karenanya,negara harus betul-betul hadir untuk memenuhi dan menjamin hak-hak terbaik bagi anak serta melindungi anak dari tindakan kekerasan melalui optimalisasi lembaga-lembaga perlindungan anak yg telah ada serta kementerian yang terkait secara masif dan terintregrasi hingga daerah/bawah.saat ditemui dikediamannya Pondok pesantren Al mizan Jatiwangi Majalengka (23/7) Siang.

"di kabupaten Majalengka pun perlu optimalisasi lembaga perlindungan anak daerah dan peran pemerintah daerah dengan banyaknya kejadian kekerasan dan pelecehan seksual terhadap Anak seperti Kasus Lintang yang meninggal setelah dihukum lari keliling lapang di Palasah, Kasus Pedofilia yang dilakukan Alex melecehkan 8 anak dibawah umur di Palasah, dan terakhir bulan April kasus 2 orang kakek yang mencabuli anak SD hingga hamil di desa Mirat kecamatan Leuwimunding dan masih banyak kasus lainnya untuk melakukan pengawasan yqng intensif terhadap Anak-anak di Majalengka dengan dibentuknya Komisi perlindungan anak daerah di Majalengka sesuai UU Perubahan Nomer 35 tahun 2014 pasal 72-76 dari UU Nomer 22 tahun 2002 dan diminta pada aparat penegak hukum untuk menindak Para penjahat dan pelanggar hak anak dihukum seberat-beratnya."

K.H Maman yang akrab disapa kang Maman  menambahkan Kasus Angeline adalah preseden buruk di mana saat ini anak-anak Indonesia dalam bayang-bayang ancaman kekerasan baik di rumah, sekolah maupun lingkungan sekitaranya. Karena itu perlu perbaikan perlindungan anak dr segala aspek termasuk regulasi pengasuhan anak untuk menjamin anak tidak terlantar dan memperoleh pengasuhan berkelanjutan (continum care).

Isu anak harus menjadi isu bersama (comment issue) yang harus disikapi serius oleh semua pihak karena anak adalah aset berharga bagi masa depan bangsa yg harus dilindungi dan disayangi.

Kang Maman mengimbau semua pihak agar mendorong lembaga-lembaga pendidikan (sekolah dan pesantren ) dan rumah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak serta bebas dr sgl bentuk tindak kekerasan terhadap anak baik fisik maupun psikis.

Dorong secara intensif gerakan sekolah dan rumah ramah anak. Dengan bersama meingkatkan kesadaran & kepedulian masyarakat serta lingkungan sosial untuk melakukanupaya-upaya pencegahan /preventif terjadinya kekerasan dan penelantaran anak .(Arz)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: