» » » Walikota Bandung Tandai Pembangunan Rusun Rancacili

SJO BANDUNG-Warga Kota Bandung khususnya mereka yang berpenghasilan rendah (MBR) dalam waktu sembilan bulan kedepan akan bisa miliki satu unit rumah susun Rancacili. Groundbreaking rusun berlokasi di Babakan Jeruk Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, itu dilakukan Walikota Bandung Ridwan Kamil,  Selasa (30/06).

Menurut Walikota, pembangunan rusun tiga tipe baik yang dibangun oleh Pemerintah Kota atau pusat ini di atas lahan milik pemerintah yang dibangun oleh pihak swasta dengan masing-masing tower membutuhkan anggaran mencapai Rp 20 miliar.

“Biaya yang digunakan seperti tiga twin blok rusunawa sebelumnya, yaitu dari APBN (Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementeria Perumahan Rakyat), untuk itu DPRD harus membahas skema pembiayaan yang harus dianggarkan oleh Pemkot kendati saat ini ada bantuan dari APBN,” ujarnya.

Walikota mengharapkan, dengan adanya pembangunan rusun ini, kedepan akan bertambah banyak rusun-rusun yang dibangun dibeberapa titik di Kota Bandung lainnya.

“Dengan adanya rusun ini berharap minimal MBR bisa menghuni selama 60 tahun atau dua generasi ketimbang uangnya habis digunakan untuk menyewa rumah,’ ucapnya.

Emil juga menghimbau, agar pembangunan rusun ini tidak sebatas rusun, namun lebih multi fungsi dan layak seperti apartemen.

“Desainnya bukan hanya rumah vertikal, namun cukup berbeda dan baru pertama di indonesia yakni bulat menjulang keatas,” katanya.

Seleksi Penguhuni



Walikota juga menambahkan Pemerintah Kota Bandung akan melakukan seleksi terhadap masyarakat yang akan menghuni rumah susun yang dibangun dari biaya APBN maupun APBD.

“Untuk penghuni rusun, kita akan melakukan dan mengawasi penyeleksian bagi penghuninya,” ujar Emil.

Menurut Walikota, dengan adanya pengawasan dan seleksi terhadap para calon penghuni rusun, kedepan tidak ada lagi masyarakat mampu yang tinggal di rusun yang memang diperuntukan bagi masyarat penghasilan rendah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ruang Tata Cipta Karya Maryun mengatakan, rusun Rancacili dibangun di tanah seluas 3,2 ha dengan anggaran dari APBN sebesar Rp 19 miliar.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: