» » » Duh, Trotoar di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran Rusak dan Beralih Fungsi!

SJO PANGANDARAN - Sebagai salah tempat tujuan wisata, Pangandaran ternyata belum ramah terhadap pejalan kaki. Hingga hari ini, pemerintah di Kabupaten inimasih setengah hati mengindahkan trotoar (hak pedestrian).

Trotoar yang semestinya menjadi hak pejalan kaki, kini banyak berubah fungsi. Pemerintah Kabupaten Pangandaran sepertinya menganggap hal ini sepele. Padahal, salah satu indikator keramahan dan mantapnya pelayanan publik sebuah tempat wisata adalah penyediaan trotoar.
Di Pangandaran, hampir sebagian besar jalan protokolnya tidak mengindahkan trotoar. Sebagian besar telah rusak dan berubah fungsi menjadi warung, tempat lapak pedagang kaki lima (PKL), ruang reklame, dan teras rumah warga.

Kalaupun ada, trotoar di Pangandaran tidak terawat baik karena tak sedikit yang rusak, berlubang, hingga mengancam pejalan kaki. Jika tak percaya, cobalah melintas Jalan Kidang Pananjung, Pantai Barat, PantaiTimur, Bulak Laut, Jalan Sumardi, Jalan Pramuka dan jalan lainnya.

Pantauan seputarjabar.com, sejumlah pertokoan bahkan menjadikan trotoar sebagai tempat memajang barang dagangan. Sementara sebagian rumah memakainya sebagai teras.

Ini tentunya menyulitkan warga pejalan kaki. Pemandangan buruk ini bisa ditemui di Pramuka. Begitu juga dengan Jalan Kidang Pananjung yang dijadikan teras toko dan pajangan barang dagangan. Hampir seluruh badantrotoar di jalan ini berubah fungsi menjadi ruang bisnis. “Semestinya trotoardi ini tidak berubah fungsi. Pejalan kaki benar-benar diabaikan,” kata Robi (38), wisatawan asal Bandung kepada seputarjabar.com, Rabu (08/07).

Menurutnya, diruas jalan ini, trotoar nyaris tidak ada karena ditutupi pajangan barang dagangan. Warga pejalan kaki terpaksa turun kebadan jalan karena trotoar tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

“Banyaknya trotoar jalan yang berubah fungsi karena kesadaran masyarakat masih minim.”ujarnya.
Keluhan senada diungkapkan Somarno (41) wisatawan asal Yogyakarta. Menurutnya, Warga cenderung memanfaatkan ruang publik demi kepentingan pribadi. Ada yang memanfaatkannya untuk berdagang, berjualan, dan memarkirkan kendaraannya.

“Pemerintah harus menyosialisasikan kembali fungsi trotoar itu sendiri kepada masyarakat. Baik dengan menjumpai warga ataupun melalui surat teguran kepada masyarakat pelanggar,” ujarnya.
Lebih lanjut Sumarno menyarankan agar masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk kembali memperbaiki dan memelihara trotoar sebagai fasilitas publik, agar wisatawan nyaman dan betah berlama-lama di objek wisata Pantai Pangandaran. (iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: