» » » » Doel Sumbang ‘Guncang’ Pangandaran, Di Acara Bedug Asyiiik


SJO PANGANDARAN - Bedug bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Bedug kerapkali diidentikan dengan penanda dimulainya waktu salat bagi kaum muslim.Bahkan pada malam Hari Raya Idul-Fitri dan Idul Adha gemuruh suara bedug hampir menggema terdengar di setiap mushola dan masjid.

Dalam upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan tersebut, digelar kegiatan Bedug Asyiiik di Pangandaran Sabtu (11/07), setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di 14 kota di Indonesia.

Bedug Asyik menyapa warga Kabupaten Pangandaran di Lapang Katapang Doyong  Kecamatan Pangandaran. Masyarakat pun begitu antusias mengikuti berbagai permainan yang diadakan panitia penyelenggara dengan berbagai hadiah dari pihak sponsor, sebuah perusahaan rokok ternama

Malam harinya masyarakat Pangandaran dan sekitarnya benar-benar dihibur dengan penampilan musisi nasional seperti Doel Sumbang dan penampilan seniman lokal Ebith Beata.

Adalah Ebith Beata Band asal Bandung ini menjadi musisi pembuka yang tampil begitu atraktif dan menghibur.

Sedangkan seniman nasional Doel Sumbang tampil dipuncak acara. Diawali lagu ‘Dina Amparan Sajadah’ dan lagu-lagu lain yang sudah akrab ditelinga pencinta musik  Pangandaran.

Pada kesempatan tersebut Kang Doel, begitu sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa Pangandaran memiliki tempat yang istimewa dihatinya.

“Pangandaran menjadi inspirasi bagi lahirnya lagu-lagu saya,”katanya.

Manager Media Relations, Mandra P Pandelaki atau yang akrab disapa Ara mengatakan, Bedug Asyik ini turut dimeriahkan dengan adanya kompetisi tabuh bedug dari berbagai komunitas.

 “Tema yang diangkat pada kesempatan ini mengusung pertemanan. Karena dengan teman itu berarti sudah sangat dekat sekali dan selalu mengutamakan kebersamaan,” kata dia di sela-sela acara.

Menurut dia, pada perkembangannya, bedug sebagai sarana ekspresi dan artistik dan sarat dengan nilai kebersmaan, karena bedug sangat mungkin dikolaborasikan dengan alat perkusi lainnya, seperti gendang, rebana, dan gemelan.

Apalagi bedug biasanya, dimainkan berkelompok dalam momen sosial, seperti hajatan warga, bedug semakin dekat dengan keseharian masyarakat yang bersifat komunal.

“Ini menjadi salah satu alasan mengapa bedug disajikan dalam acara ini, karena dalam tradisi tabuh bedug serupa dengan karakter Sampoerna Kretek,” urainya.

Tujuan dari semua itu, kata dia, selain memberikan wawasan ilmu pengetahuan bagaimana memukul bedug yang baik, kompak dan memiliki nilai seni, sekaligus menambah pengalaman dan pertemanan di antara mereka. (Iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: