» » » » Bela Negara Tidak Identik Dengan Militer


SJO BANDUNG - Pengertian Bela Negara bagi sebagian Remaja identik dengan militer. Namun pengertian Bela Negara, sebenarnya, justru lebih fleksibel tanpa menghilangkan ciri bela negara itu sendiri.

Pesan tersebut disampaikan Pakar Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan RI, Ruly Rahadian, saat berkunjung di Kantor Redaksi Seputarjabar.com, Senin (6/7) Siang.

"Sebagian besar masyarakat beranggapan bela negara masih mencengkram pada lembaga militer, padahal, pada hakikatnya sikap tingkah laku dan ilmu pengetahuan serta kreatifitas individu bermasyarakat, menentukan bagaimana bela negara" Ujar Rully.

Bela Negara secara hakikatnya untuk mempertahankan Republik Indonesia, Terhadap ancaman baik luar maupun di dalam, juga tertuang dalam Pasal 30 UUD 1945.

"Bela Negara merupakan hak dan kewajiban warga negara Republik Indonesia. Perlu ada kesadaran yang tinggi akan bela negara" Tuturnya.

Potensi bela negara bagi pemuda, dapat dilakukan setiap hari dan dimana saja, Rully mencontohkan, dengan tidak membuang sampah sembarangan juga sudah sebagai bentuk bela negara.

"Semangat juang yang dihasilkan dari pengetahuan dan kreatifitas setiap individu masyarakat, menuntut pengorbanan bela negara dengan hasil kreatifitasnya dan khusus pemuda sebagai tulang punggung negara. Pemuda yang menjadi tulang punggung negara itu, menjadi harapan kuat semangat bela negara" Pungkasnya.

Ruly juga menaruh harapan bagi pemuda, khususnya remaja di Kota Bandung.

"Pemuda Kota Bandung yang banyak kreatifitasnya berpotensi besar untuk bela negara" Harapnya. (Iqbal/Dn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: