» » » » » Tiga Calon Dirut PDAM Tirtawening Siap Bersaing

SJO BANDUNG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung akan memilih pimpinan baru, setelah Pian Sopian yang saat ini menjabat Direktur Utama akan berakhir masa jabatannya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sudah mengantongi nama-nama calon yang akan menjadi Dirut PDAM Tirtawening.

“Dari 20 calon yang mengikuti seleksi, kita sudah mengantongi tiga nama calon Dirut PDAM Tirtawening, yaitu Pian Sopian, Sony Samil, dan Yusep Hendarman,” ujarnya.

Menurut Walikota, ketiga nama calon tersebut merupakan hasil seleksi dari tim panitia seleksi yang terdiri dari berbagai unsur seperti dari akademisi, birokrat dan para ahli bidang pengelolaan air.

Walikota menyatakan, setelah menentukan 3 nama calon, pihaknya tinggal melakukan wawancara kepada mereka untuk mengetahui visi dan misi mereka kedepan

“Kita akan menanyakan terkait rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) PDAM dan juga menanyakan tentang visi zero complain, karena banyak komplain juga di twitter soal PDAM, makanya PDAM mau di smartcity-kan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pansel PDAM Kota Bandung, Iming Ahmad mengatakan, jumlah calon yang mengikuti seleksi sebanyak 20 orang dari dalam PDAM Kota Bandung dan luar yang lolos seleksi administrasi dan ikut seleksi tahap awal.

“Dari 20 orang ini, 1 orang mengundurkan diri sehingga 19 ikuti seleksi. Dari 19 orang ini dikerucutkan menjadi 5 orang lalu 3 orang untuk selanjutnya menentukan 1 orang,” katanya.

Wujudkan Visi PDAM

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Endun Hamdun mengharapkan, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtawening terpilih harus merupakan orang-orang terbaik di PDAM dan mampu mewujudkan visi misi PDAM sebagai public service terutama soal zero complain dan menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya kira ketiga nama calon Dirut PDAM, yaitu Pian Sopian, Sony Samil, dan Yusep Hendarman sangat memahami karakteristik PDAM Tirtawening terlebih satu diantaranya saat ini menjabat dirut PDAM,” ujarnya.

Menurut Endun, zero complain harus diwujudkan, karena saat ini PDAM Tirtawening mengalami kebocoran relatif tinggi atau sekitar 30%, selain itu pengaduan masyarakat terkait jam alir PDAM masih saja mencuat.

“Pengaduan masyarakat soal jam alir PDAM masih saja mencuat, misalnya dua jam mengalir satu minggu tak mengalir padahal tagihan pemakaian selalu saja ada dengan alasan bayar abodemen,” ucapnya.

Endun berharap, siapapun yang terpilih menjadi Dirut,  harus bisa menurunkan kebocoran air hingga 20%, serta berjiwa muda dan memiliki visi misi bagus, sehingga pola fikir dan tanggung jawabnya bisa lebih fresh.

“Saya harao Dirut PDAM nanti lebih  koperatif dan responsif dalam menanggapi keluhan masyarakat dan tidak merugikan konsumen,” katanya. (tim)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: