» » » » » PKL Musiman Nakal, Pemkab Batasi Pedagang Luar Pangandaran


SJO PANGANDARAN – Dikhawatirkan akan memperparah kemacetan lalulintas dan kerap melakukan tindakan negatif dikawasan objek wisata pantai Pangandaran, pedagang musiman dari luar Pangandaran akan dibatasi. Hal tersebut sesuai kesepakatan Forum Komunikasi Pedagang Wisata Pangandaran (FKPWP), Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran.

Ketua Kompepar Kabupaten Pangandaran Edi Rusmiadi mengatakan, dari kesepakatan tersebut dihasilkan bahwa pedagang musiman akan dibatasi termasuk yang datang dari luar wilayah Pangandaran. Sebab selama ini mereka menggunakan bahu jalan dan menambah kemacetan dikawasan objwk wisata pantai Pangandaran.

“Setiap libur Idul Fitri kunjungan wisatawan membludak. Kehadiran pedagang musiman yang menggunakan bahu jalan semakin memperparah kemacetan lalu lintas didalam kawasan wisata,” ungkapnya kepada seputarjabar.com, Kamis (25/06).

Menurut Edi, pihak Pemkab Pangandaran akan mengerahkan anggota Satpol PP untuk menjaga kawasan wisata Pangandaran.

“Nantinya Satpol PP  akan ditempatkan dipintu tollgate mungkin dibantu beberapa ormas di Pangandaran, akan mencegah pedagang musiman dari luar Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKPWP Tumin Alimin, membenarkan rencana tersebut.

“Kita juga memiliki Satgas 3 orang tiap kelompok yang nantinya akan bekerjasama dengan Satpol PP mencegah pedagang musiman dari luar Pangandaran. Sedangkan untuk pedagang musiman yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran, pihaknya akan mengarahkan ke wilayah Pamugaran.,” Ungkapnya.

Tumin menambahkan, penertiban ini diharapkan akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Selama ini pedagang musiman dari luar Pangandaran kurang terkontrol,sehingga sulit mengambil tindakan ketika ketika melakukan pelanggaran,” paparnya.

Pelanggaran yang kerap terjadi tambah Tumin, adalah penerapan harga jual kepada wisatawan yang diluar kewajaran dari harga umum yang berlaku.

“Mungkin karena mereka merasa, toh cuma sesaat saja berjualan di Pangandaran. Sehingga tidak memikirkan dampak negatif jangka panjang terutama bagi pedagang tetap yang sudah terorganisir,” Tegasnya.

“Diharapkan dengan penertiban ini akan memberikan kenyamanan kepada wisatawan di objek wisata pantai Pangandaran,”harapnya. (Iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: