» » » » » PKL Fly Over Cikampek Di Bongkar Satpol PP

SJO KARAWANG -Sebanyak ratusan lapak semi permanen Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di bawah fly over cikampek dibongkar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, kamis (25/6). Petugas Satpol PP membongkar lapak-lapak tersebut karena pemilik tidak mengindahkan peringatan yang dikeluarkan oleh pemkab Karawang.

Kasi Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Karawang, Rahmat Basuki mengatakan, pihaknya menyasar lapak-lapak semi permanen yang didirikan di bawah jalanfly over karena dinilai membuat tepian jalan terlihat kumuh.

“Sudah ada ratusan lapak yang kami bongkar. Kami sudah memberikan peringatan, tapi diabaikan. Pembongkaran ini juga untuk kepentingan penilaian penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). Selain itu penertiban ini merupakan kegiatan dalam rangka penegakan Perda terkait ketertiban umum,” katanya kepada SJO (25/6)

Dijelaskannya, Pemkab telah memberikan peringatan bertahap supaya pemilik membongkar lapaknya secara mandiri. Peringatan tersebut, yakni peringatan pertama selama 7 hari agar segera membongkar lapaknya, dan secara bertahap hingga peringatan ketiga. Jika sampai tiga peringatan tak juga dilaksanakan, maka Satpol PP melakukan pembongkaran.

"Ini sudah dari dulu seperti ini, kita angkat saja. Padahal sudah ada peraturannya," terangnya

Dengan demikian, lanjut dia, pihaknya mengerahkan 80-100 personel untuk membersihkan bangunan tersebut. Pihaknya menggunakan cara kooperatif untuk memindahkan barang dagang PKL. Padahal,  Peraturan Pemerintah Daerah  tentang Ketertiban Umum, menurut dia, PKL tidak boleh mengganggu keindahan kota karena juga berjualan di trotoar pengguna jalan kaki atau di taman.

"Seperti biasa PKL di bawah fly over ini  sudah dibersihkan tapi masih saja ada. Padahal sudah berulang kali kita peringatkan," ujar Basuki.

Sementara seorang PKL, Yadi (45)mengaku kecewa terhadap penggusuran ini karena tidak bisa berjualan untuk mencari mata pencaharian. Namun mau bicara apa Yadipun sadar akan peraturan yang harus ditaati

"Setiap hari kerja di sini menjual dagangan. Ya rasanya kecewa digusur, tapi saya sendiri tidak bisa apa-apa karena ini merupakan aturan yang harus dituruti" ungkapnya.

Pantau seputarjabar.com, Satpol PP dan PKL mengangkut barang-barang dagangan untuk dipindahkan ke tempat relokasian. Namun barang-barang yang masih tersisa diangkut ke dalam mobil Satpol PP sebagai barang bukti. (Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: