» » Paradigma Masyarakat Terhadap Konsep Pasive Income

Oleh : Indra Pratama *)

Sejujurnya saya adalah satu dari sekian banyak bagian dari masyarakat yang tak tahu dan tak peduli dengan istilah pasive income. Satu-satunya yang saya ingat tentang konsep pasive income adalah saat sedang maraknya bisnis Multi Level Marketing (MLM) sehingga hal tersebut justru memberikan kesan negatif di ingatan saya.

Namun ada satu hal yang sangat saya sukai dari konsep pasive income tersebut, yaitu kebebasan waktu dan kebebasan uang. Itu benar-benar hal yang menakjubkan dalam benak saya karena sesuatu seperti itu sangat sulit didapatkan di dunia kerja seperti sekarang ini.

Tak bisa dipungkiri bahwa paradigma masyarakat dari dulu hingga sekarang tetap tak jauh berbeda. Setelah lulus sekolah dan kuliah lalu terjun ke dunia kerja sambil melamar pekerjaan. Begitulah cara kita selama ini mendapatkan uang. Itulah konsep aktif income dimana kita menukar waktu kita yang berharga demi mendapatkan uang. Semakin banyak waktu yang kita tukar untuk bekerja, maka semakin banyak juga uang yang kita dapatkan.

Namun bagaimana bila suatu saat kita tak mampu bekerja lagi ?atau dipecat dari pekerjaan kita ? Saat kita terhambat oleh sesuatu sehingga tak bisa bekerja, maka kita pun tak akan mampu menghasilkan uang. Disinilah saat yang tepat kita berkata “uang adalah waktu”.

Konsep pasive income justru berbanding terbalik dengan hal tersebut dan hal itu telah diutarakan oleh Robert T. Kiyosaki lewat buku best sellernya yang sangat terkenal itu. Dia mengatakan bahwa salah satu tujuan pasive income adalah untuk mendapatkan kebebasan waktu dan kebebasan uang melalu dua cara, yaitu membangun usaha atau berinvestasi.

Tentu saja kita sudah sedikit banyak mengetahui tentang investasi tergantung seberapa banyak modal yang dimiliki. Sedangkan membangun usaha butuh kerja keras dan waktu yang cukup lama, serta tantangan selanjutnya adalah meng-otomatisasi bisnis tersebut sehingga uang bisa mengalir tanpa perlu menghabiskan waktu untuk bekerja.

Semoga paradigma masyarakat mulai berubah dalam menyadari betapa pentingnya konsep pasive income ini, sehingga kita bisa meluangkan banyak waktu untuk keluarga dan hidup kita sendiri. Karena waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tak bisa kembali lagi. (***)

*) Penulis adalah Mahasiswa Paska Sarjana Institut Teknologi Bandung

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: