» » » » Panglima TNI : Kalau "Kumaha Engke, Mati Kita"

SJO, BANDUNG - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dampingi Panglima TNI Jendral Moeldoko memberikan kuliah umum di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (10/6/2015). Dalam kuliah umum bertema “Wawasan Kebangsaan”, Moeldoko menyampaikan mengenai pandangan masa depan.

Moeldoko mengatakan, ada beberapa hal yang patut diwaspadai dalam menghadapi masa depan. Saat ini perlu mewaspadai  adanya Turbulensi yang terjadi menyangkut masalah stabilitas ekonomi, politik dan Sosial. 

Negara Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah, hal itu menjadi daya tarik negara maju untuk mendapatkan keuntungan dari segi ekonomi, atau bahkan ingin menguasainya.  Untuk itu Panglima mengingatkan agar kita, sebagai warga negara Indonesia harus waspada terhadap upaya-upaya pihak asing yang berupaya menguasai dan mengeruk kekayaan alam Indonesia.

Permasalahan yang datang dari faktor ekonomi, akan berdampak pada kegiatan politik, baik itu berkaitan dengan pengambilan kebijakan dan pembuatan keputusan yang menyangkut kepentingan negara. Salah satu contoh permasalahan yang terjadi di laut Tiongkok Selatan, karena di daerah tersebut terdapat sumberdaya mineral yang berlimpah, benyak negara maju seperti negara Tiongkok dan Amerika ingin menggelar kekuatan militernya di wilayah tersebut.

Untuk masalah sosial, Moeldoko mengatakan saat ini yang cukup menonjol dan berskala internasional adalah penyebaran faham dari Kelompok ISIS. Mereka melakukan pendekatan agama dan mempengaruhi pola pikir masyarakat.
“Kita perlu waspada terhadap serangan ISIS” tutur Panglima TNI.

Lebih lanjut Moeldoko menuturkan, ada lima faktor penentu masa depan yang ekstrem dari sisi teknologi, yaitu kecepatan, kompleksitas, risiko, perubahan, dan kejutan.

"Kalau kita sebagai bangsa Indonesia yang santai-santai, saya pikir itu konsep yang tidak boleh. Ada sebuah filosofis di jabar, filosofis "kumaha engke", itu perlu dipertimbangkan kalau melihat 5 faktor itu mati kita," kata Moeldoko.

Untuk itu sebagai warga negra indonesia harus siap menghadapi lima faktor penentu masa depan tersebut dengan melakukan antisipasi, adaptasi, dan inovasi. (Pendam III/Siliwangi)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: