» » Model Solusi Pemberantasan Kemiskinan di Indonesia

Foto : Ilustrasi Google
Oleh : Mirza Fazlur Rahman *)

Dari sejak dahulu hingga sekarang dimana era teknologi telah berkembang pesat dan serba canggih, namun dunia ini tetap saja terjangkit oleh satu penyakit kronis yang sangat sulit untuk disembuhkan, yaitu kemiskinan. Satu masalah dan satu pertanyaan yang tak pernah terselesaikan. Bagaimana memberantas kemiskinan di dunia ini ?

Mungkin akan ada banyak jawaban untuk pertanyaan ini, tapi jarang sekali ada implementasinya yang terbukti sukses. Tentu saja untuk bisa menyelesaikan suatu masalah, maka salah satu metodenya adalah dengan melihat dan mencari ke masa lalu dimana masalah tersebut pernah terselesaikan. Dan saat kita melihat ke masa lalu, disana ada seorang Muhammad Yunus, sang pendiri Grameen Bank dan pencetus microcredit, serta peraih nobel perdamaian tahun 2006 karena kontribusinya dalam memberantas kemiskinan di Bangladesh.

Masalah kemiskinan ini adalah masalah yang sangat akut, khususnya untuk Indonesia. Daripada memikirkan solusi yang masih belum terbukti sukses, lebih baik jika menjadikan Muhammad Yunus dan Grameen Bank sebagai model solusi pemberantasan kemiskinan di Indonesia.

Hal terpenting disini adalah mengenai sistem kredit konvensional yang tidak memihak pada masyarakat miskin yang ingin memulai membangun suatu usaha untuk menyambung hidupnya. Bank konvensional menolak untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat miskin karena mereka tidak memiliki prospek, dianggap tak mampu membayar, tidak memiliki jaminan, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya masyarakat miskin tersebut yang tidak memiliki modal apapun untuk memulai usahanya maka mereka mulai melakukan tindak kriminal, bekerja serabutan dengan gaji minimalis, berhutang dengan cara buka lubang tutup lubang, meminjam dari rentenir dengan bunga yang selangit, dan lain sebagainya. Pada akhirnya mereka hanya terjebak pada lingkaran setan yang berefek pada kemiskinan yang semakin meluas.

Karena semua hal itulah, Muhammad Yunus mendirikan Grameen Bank dan merombak total sistem kredit konvensial tersebut agar berpihak pada masyarakat miskin.
Pertama, para nasabah Grameen Bank haruslah orang yang miskin dan mau bekerja keras untuk memperbaiki taraf hidupnya.
Kedua, mereka wajib untuk membentuk satu kelompok sebanyak 5 orang dimana hal ini dilakukan bila salah satu anggota kelompoknya tak mampu membayar, maka anggota kelompok lainnya akan membantu. Satu orang miskin tak akan mampu bertahan, namun bila berkelompok pasti mereka akan menjadi suatu kesatuan yang jauh lebih kuat lagi.
Ketiga, Grameen Bank akan memberikan pinjaman kepada kelompok tersebut untuk masing-masing anggotanya dan hanya menarik bunga sebesar 2 persen saja. Grameen Bank melakukan penagihan tiap seminggu sekali karena bila terlalu lama pembayarannya, maka uang tersebut justru akan dipakai untuk hal lain dan pinjaman justru akan mengalami kemacetan.
Keempat, tak hanya sekedar memberikan pinjaman dan melepaskan mereka begitu saja, Grameen Bank bahkan mengadakan pelatihan, bimbingan, dan konseling pada kelompok-kelompok tersebut untuk membantu mereka mendapatkan solusi dan menyelesaikan kesulitan bersama.
Kelima, Grameen Bank memberikan pinjaman yang masa pembayarannya sampai satu tahun lamanya. Dengan bunga yang sangat kecil dan pembayaran yang sangat lama, tentu saja sangat membantu masyarakat miskin untuk memulai dan mengembangkan usahanya. Dan masih banyak lagi perombakan sistem kredit lainnya yang dapat dibaca di buku best seller dunia oleh Muhammad Yunus yang berjudul “Banker To The Poor”.

Inilah model solusi pemberantasan kemiskinan yang diterapkan oleh Muhammad Yunus dimana dia merombak total sistem kreditkonvensional hingga lahirlah sistem kredit baru yang memihak masyarakat miskin, yaitu microcredit. Semoga Muhammad Yunus dan Grameen Bankmenginspirasi kita semua dan khususnya pemerintah Indonesia untuk merealisasikanmodel solusi microcredityang telah terbukti sukses membantu pemberantasan kemiskinan di Bangladesh dan menyebar ke berbagai negara lainnya di dunia.(***)

*) Penulis adalah Mahasiswa Paska Sarjana Institut Teknologi Bandung

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: