» » » Jelang Puasa Tempat Pemakaman Dipadati Warga yang Nyekar

SJO Karawang -Tradisi berziarah ke makam keluarga atau istilah tradisi nyekar, menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia menjelang bulan  puasa (Ramadhan). Maka tidak heran, berbagai tempat pemakaman umum dipenuhi warga yang melakukan tradisi nyekar ini .

Setiap menjelang bulan puasa (Ramadhan), banyak tradisi yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia pada umumnya. Salah satunya adalah berziarah ke makam keluarga atau tradisi nyekar. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan pemakaman.

Menjelang bulan puasa (Ramadhan) tahun 2015 ini, beberapa tempat pemakaman umum di Kota Karawang dipenuhi warga yang melaksanakan tradisi nyekar ini.  Ahmadi (47) seorang peziarah mengatakan, ia beserta keluarganya melaksanakan tradisi nyekar  ini secara rutin setiap tahun menjelang bulan puasa.

“berziarah ke makam orangtua merupakan tradisi turun menurun. setiap mau menjelang bulan puasa kita kan harus ziarah. Kan banyak yang istilah ziarah itu misalkan ziarah ke (makam) para Wali, sementara ziarah ke makam  orangtua yang dekat kenapa enggak diziarahi, bagi saya yang penting ziarah ke makam  orang tua didahulukan . dan ini dilakukan sudah biasa setiap tahun (ziarah) begini, nanti juga setelah   lebaran begini juga kita nyekar lagi,” katanya kepada SJO karawang (16/6)

Banyaknya jumlah warga yang datang untuk berziarah, membuat kunjungan ke tempat pemakaman umum meningkat dua kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru menjelang bulan puasa padat oleh peziarah yang datang.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh warga sekitar tempat pemakaman untuk meraih keuntungan selama musim nyekar ini dengan berjualan bunga di depan gerbang tempat pemakaman. Bunga yang biasa digunakan untuk ditaburkan di atas makam tersebut dijual dengan harga bervariasi. Dari hasil berjualan bunga tabur musiman tersebut, seorang pedagang bahkan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu Rupiah perhari.

“ Untuk jualan bunga menjelang bulan puasa lumayan ramai yang beli, lumayanlah kita dapat keuntungan sehari Rp.100 ribu dari hasil jual bunga,” kata Aminah (35) salah seorang pedagang bunga.

Ziarah makam hanya satu dari sekian banyak tradisi masyarakat Indonesia khususnya umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Selain makam keluarga, sebagian umat muslim ada pula yang berziarah ke makam para Wali dan pemuka agama Islam lainnya.

Ada pula umat muslim yang melakukan tradisi munggahan atau makan bersama untuk menyambut Ramadhan. Berbagai tradisi yang patut dilestarikan tersebut merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia sejak dulu.(Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: