» » Indonesia Dapat Menjadi Magnet Investasi Pertanian Negara Kincir Angin

Oleh : Indra Pratama *)

INDONESIA merupakan negara memiliki sumber daya alam yang sangat tinggi, hal ini yang membuat para investor asing terutama dalam bidang pertanian sangat ingin berinvestasi di Indonesia. Saat ini Indonesia telah melakukan kerjasama dengan Negra Kincir Angin yaitu Belanda. Kerjasama ini tentu saja dalam bidang pertanian. Program pertanian yang dicanangkan ini diberinama “Program Vegimpact”. Program ini merupakan salah satu program yang sangat penting karena dapat memperkuat hubungan bilateral antara Negara Indonesia  dengan Negara Belanda.

Program Vegimpact ini telah di bahas oleh mantan Presiden RI dan perdana Menteri Belanda pada tahun 2013 silam. Komoditas yang akan menjadi titik berat pada program ini adalah sayuran. Program ini adalah bentuk kerjasama dari beberapa pihak antara Tim peneliti Departemen Applied Plant Research Universitas Riset Wageningen (WUR) Belanda dengan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), Litbang Kemtan dan Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Indonesia.

Sayuran yang cukup memiliki potensi besar untuk di investasikan di Indonesia adalah Rukola. Mengapa Rukola?. Rukola merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga kubis – kubisan yang biasanya digunakan sebagai dasar untuk membuat salad. Rukola sendiri memiliki aroma yang sangat kuat sehingga rasa dari salad akan semakin Kuat.

Tanaman rukola memiliki harga yang cukup tinggi di pasar eropa yaitu 1,5 euro per 75 gram. Rukola dapat menjadi komoditi ekspor yang sangat menjanjikan, karena permintaan untuk sayuran ini sangatlah tinggi. Perusahaan Belanda yang saat ini memproduksi Rukola dan menjadi satu – satunya perkebunan rukola terbesar adalah Bijo-Logical Vegetable.

Sayuran Rukola ini dapat tumbuh di iklim yang dingin, di Indonesia khususnya di daerah Jawa Barat yaitu Lembang. Rukola sebaiknya ditanam di dalam Greenhouse, mengapa? Karena kita lebih mudah untuk mengontrol suhu yang ada di Greenhouse tersebut. Untuk setiap luasan 1000 m2 dapat ditanami 500 gram benih agar hasilnya optimal. Masa panen rukola juga cukup singkat yaitu 7 bulan, dan dapat di panen tiap bulan. Untuk luasan 1000 m2 dapat menuai 700 Kg rukola pada panen pertama. Pada panen kedua dan ketiga masing – masing 350 Kg.

Hasil panen Rukola ini sangat fantastis mengingat harga rukola yang semakin meningkat dan permintaan akan rukola akan selalu bertambah seiring dengan meningkatnya turis asing yang masuk ke indonesia baik itu hanya berwisata atau tinggal di Indonesia.(***)


*) Penulis adalah Mahasiswa Paska Sarjana ITB

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: