» » Oh Angeline Nasibmu Diadopsi Berujung Maut

Ilustrasi : Google.com

Oleh : Peter S Simo Wibowo SH

Angeline si bocah cantik nan lucu kini telah pergi selamanya, setelah jenazah Angeline ditemukan minggu lalu di pekarangan rumah orang tua angkatnya di Jalan Sedap Malam No 26, Bali. Setelah sebelumnya pada tanggal 16 Mei 2015 dinyatakan hilang oleh ibu angkatnya M. Ternyata diduga hanya sebagai modus untuk menutupi sebuah persekongkolan jahat terhadap bocah malang yang cantik bernama Angeline, masyarakat yang gemas meredam amarah, bertanya - tanya apa motif biadab dibalik pembunuhan itu ?

Apakah asset waris yang menjadi hak Angeline atau adakah motif lainnya, sekarang penyidik polresta Denpasar dan Polda Bali sedang menggali dan menyidik AG selaku pembantu dan M selaku ibu angkatnya untuk mendapatkan keterangan yang sejelas - jelasnya untuk menerapkan pasal yang tepat bagi keduanya.

Pertama - tama penulis dan masyarakat patut memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Polresta Denpasar dan Polda Bali dalam mengungkap kasus pembunuhan ini sekalipun terkesan agak lamban tapi penulis yakin bahwasanya penyidik Polri mengedepankan azas kehati - hatian / prudent dalam mengungkap suatu perkara, apalagi perkara yang berkaitan dengan hilangnya nyawa seseorang, Namun dalam kasus ini penyidik seolah terlihat tidak ingin kehilangan buruannya dan menjawab rasa penasaran publik yang begitu besar maka selain AG dengan menetapkan ibu angkat Angeline M sebagai tersangka dengan diterapkannya sementara pasal 77 Undang - Undang perlindungan anak yang berbunyi :

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan :
a. diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik materiil
maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya; atau
b. penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan, baik
fisik, mental, maupun sosial,
c. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Sehingga Polri berhak melakukan penahanan atas diri ibu M, sambil mencari bukti bukti baru dan keterangan saksi yang lain mengingat informasinya yang berkembang bahwa Tersangka AG keteranganya selalu berbelit dan berubah - rubah demikian juga ibu M, sekalipun AG telah bersaksi konon katanya bahwa dia menerima perintah dari M dengan upah dua milyar rupiah untuk membunuh dan menguburkan jenazah Angeline di pekarangan rumah ibu M, sehingga penyidik nanti mudah mudahan bisa membuktikan persekongkolan jahat mereka. Untuk menjerat keduanya dengan pasal 338 jo 340 KUHP memang bukan pekerjaan mudah bagi penyidik, banyak unsur yang harus dipenuhi kedua tersangka karena pada dasarnya masyarakat telah berasumsi kuat bahwasanya telah ada suatu rencana jahat antara keduanya untuk menghabisi nyawa Angeline, sebagaimana isi pasal 338 jo. 340 KUHP, yang pada pokoknya berbunyi :

“Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena makar mati dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun”
dengan pengertian bahwa :

a) Kejahatan ini dinamakan “makar mati” atau “pembunuhan” (doodslag). Di sini diperlukan perbuatan yang mengakibatkan kematian orang lain, sedangkan kematian itu disengaja , artinya dimaksud , termasuk dalam niatnya.
b) Pembunuahan itu harus dilakukan dengan segera sesudah timbul maksud untuk membunuh tidak dengan dipikir-pikir lebih panjang. (Soesilo 1996: 240)

2) Pembunuhan yang direncanakan lebih dahulu (“Moord”).
Kejahatan ini diatur dalam pasal 340 KUHP, yang pada pokok isinya adalah sebagai berikut :
”Barang siapa yang dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana (“moord”), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”

Adapun yang menjadi unsur-unsur dari kejahatan yang direncanakan terlebih dahulu (“moord”) ialah :
a) Perbuatan dengan sengaja ;
b) Perbuatan tersebut harus dilakukan dengan direncanakan terlebih dahulu ;
c) Perbuatan tersebut dimaksud untuk menimbulkan matinya orang lain.
Maksud direncanakan di sini, adalah antara timbulnya maksud untuk membunuh dengan pelaksanaan itu, masih ada tempo bagi si pembuat untuk dengan tenang memikirkan dengan cara bagaimanakah pembunuhan itu dilaksanakan,bahwa yang dimaksud dengan pembunuhan, adalah perbuatan sengaja yang dilakukan orang terhadap orang lain dengan maksud untuk menghilangkan nyawa tersebut.

Terlepas dari pembunuhan Angeline oleh AG dan M tata cara adopsi Angeline pun ternyata dilakukan secara ilegal atau tidak memenuhi kaidah serta norma hukum adopsi yan sah menurut hukum di Indonesia, hal ini ternyata banyak banyak sekali dilakukan terutama menjadi hal yang lumrah di Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia, sehingga hal ini membuka peluang negatif untuk terjadinya Angeline - Angeline yang lain apabila pemerintah tidak sigap dengan terkuaknya kasus ini yang mana penulis beserta masyarakat berharap Komisi Perlindungan Ibu dan Anak beserta dinas - dinas terkait dapat menertibkan adopsi adopsi liar semacam Angeline dan perlu di data serta diaudit para orang tua pemberi adopsi serta orang tua penerima adopsi, untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan maupun penelantaran terhadap anak.

Karena yang jelas akibat hukum dari pengangkatan / adopsi anak adalah anak tersebut secara hukum memperoleh nama dari bapak angkat, dijadikan anak yang dilahirkan anak perkawinan orang tua angkat. Akibat pengangkatan / adopsi tersebut, si anak terputus hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran, Oleh karena itu, secara otomatis, hak dan kewajiban seorang anak angkat sama dengan anak kandung harus merawat dan menghormati orang tua, layaknya orang tua kandung, dan anak angkat berhak mendapatkan hak yang sama dengan anak kandung orang tua angkat, sehingga hak perdata Angeline adalah sama dengan kedua kakak angkatnya yang berhak untuk menerima hak sebagai ahli waris dari harta yang akan diwariskannya kelak.

Dengan terjadinya kasus Angeline mudah - mudahan menyadarkan kita semua bahwa Tuhan maha Adil dan maha melihat dan tidak pernah meridhoi apapun kejahatan yang berlaku dimuka bumi ini apalagi dengan merampas hidup seseorang yang sudah mutlak menjadi hak sang Maha Pencipta, sepandai pandai orang menyimpai bangkai toh akan tercium juga demikian bangkai jenazah Angeline yang akhirnya ketahuan dan pantas mendapatkan hak nya yaitu keadilan dimata hukum, semoga penyidik dapat segera menuntaskan kasus ini sesuai harapan kita semua Amien...

*)Penulis adalah Konsultan pada Kantor Hukum Swaha

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: