» » » Hasil Studi Klinis Herbalife Buktikan Kombinasi Minyak Ikan dengan Makanan Pengganti Efektif Atasi Sindrom Metab

SJO Bandung - TAIPEI, TAIWAN - Herbalife, perusahaan nutrisi global, merilis data dari studi klinis yang dilakukannya dalam kemitraan dengan Universitas Kedokteran Taipei, yang menunjukkan bahwa kombinasi antara Makanan Pengganti, minyak ikan, dan diet kalori-terbatas menghasilkan pengelolaan berat badan yang efektif dan perbaikan dalam Sindrom Metabolisme di antara peserta studi, Kamis (18/6).

Studi ini merupakan studi klinis pertama yang meneliti hal ini di Taiwan, dan hasilnya menunjukkan bahwa selama periode 12 minggu, peserta rata-rata mengalami penurunan berat badan sebanyak 4,5kg, pengecilan lingkar pinggang 6,5 cm, dan penurunan persentase lemak tubuh 2,5%. Selain itu, kadar glukosa darah saat berpuasa, kadar trigliserida, dan kadar kolesterol-lipoprotein densitas-rendah (LDL) juga terkendali dengan metode ini.

Minyak Ikan dan Makanan Pengganti Secara Klinis Efektif untuk Atasi Sindrom Metabolisme
Studi klinis ini diikuti oleh 188 pasien sukarela yang mengalami sindrom metabolisme di Taiwan. Mereka secara acak dimasukkan ke dalam satu dari empat kelompok penelitian -- kelompok "diet kalori-terbatas", "diet kalori-terbatas dengan Makanan Pengganti", "diet kalori-terbatas dengan minyak ikan", dan "diet kalori-terbatas dengan Makanan Pengganti dan minyak ikan" untuk menjalankan diet terkontrol dan diamati selama periode 12 minggu. 179 peserta berhasil menyelesaikan studi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, peserta kelompok "diet kalori-terbatas dengan minyak ikan" mengalami penurunan berat badan sebesar 4,5kg, pengecilan lingkar pinggang 6,5 cm, dan penurunan persentase lemak tubuh 2,5%.Lebih jauh, dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya, ditemukan bahwa "diet kalori-terbatas dengan Makanan Pengganti dan minyak ikan" juga mengalami perbaikan dan stabilitas kadar glukosa darah saat berpuasa, trigliserida, LDL, dan tekanan darah dengan perbaikan dalam sindrom metabolisme secara umum.

David Heber, M.D., Ph.D., F.A.C.P., F.A.S.N. -- ketua Herbalife Nutrition Institute dan Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife -- mengatakan, "Sindrom Metabolisme merupakan kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 20-30 persen orang dewasa usia pertengahan di banyak negara. Sindrom ini ditandai dengan peningkatan lingkar pinggang, kadar gula darah saat berpuasa, kolesterol, dan tekanan darah. Sindrom Metabolisme meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Di antara penduduk Asia, kondisi ini menjadi semakin umum dijumpai bahkan pada orang dengan berat badan normal.

"Riset klinis yang dilakukan dalam kemitraan antara Herbalife dan Universitas Kedokteran Taipei merupakan studi penting yang menunjukkan efektivitas penggabungan pengganti makanan GI rendah dan asam lemak Omega-3 untuk rencanapengelolaan berat badan pada subjek yang memiliki sindrom metabolisme. Obesitas dan sindrom metabolisme yang diakibatkannya memunculkan beban fisik dan ekonomi yang signifikan, dengan Asia menjadi episentrum dari epidemi global ini. Adalah hal yang sangat membesarkan hati saat berhasil mendapatkan apa yang kita yakini merupakan informasi berarti untuk membantu menunda atau bahkan mencegah berkembangnya masalah kesehatan serius dengan memperbaiki sindrom metabolisme. Studi ini dan riset lain yang dilakukan oleh perusahaan merupakan kontribusi Herbalife untuk membantu memerangi epidemi obesitas global."

Hasil dari studi ini telah dipublikasikan dalam "Journal of Functional Foods", sebuah jurnal terkenal dalam bidang riset ilmu pengetahuan makanan, dan "European Journal of Clinical Nutrition", sebuah jurnal nutrisi internasional yang terkemuka.

Tinggi dan Rendah untuk Pengelolaan Berat Badan
Dr. David Heber lebih jauh berkomentar bahwa diet dengan Makanan Pengganti dapat menurunkan sekresi insulin dalam tubuh manusia, mengurangi produksi kalori, dan mengurangi pembentukan lemak. Lebih dari itu, minyak ikan mengandung banyak asam lemak Omega-3, yang dapat meredam reaksi peradangan dan dengan demikian menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular dan secara efisien.




«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: