» » » Geliat Property Di Sydney Cenderung Booming dan Stabil

Menurut Royal Bank of Canada, Besar Kemungkinan Suku Bunga Akan Kembali Turun Menjadi 1,5% Pada Tahun 2017


SJO Bandung – Perusahaan pengembang asal Australia yang telah banyak memenangkan penghargaan, Crown Group, hari ini mengumumkan fakta-fakta baru yang menjelaskan booming pasar properti di Sydney yang akan terus berlanjut.

Pasar properti Australia, terutama Sydney telah menjadi magnet bagi pembeli asing dan investor tidak hanya di kawasan Asia tetapi di seluruh dunia.

Pasar properti di Sydney menjadi semakin populer bagi calon pembeli internasional untuk sejumlah alasan. Pertama, Sydney tetap memiliki performa yang lebih baik dibandingkan kota-kota lain di Australia dan banyak daerah regional seperti kota-kota pertambangan mengalami harga rumah yang datar karena mereka berjuang dengan harga komoditas yang lebih rendah dalam bijih besi dan batu bara.

Kedua, calon banyak pembeli internasional menyukai Sydney dan Melbourne dikarenakan gaya hidup yang lebih kosmopolitan dan terhubung. Hal ini telah terbukti menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para calon pembeli tersebut, bahkan Sydney secara khusus berhasil menarik banyak investasi dari para investor asing yang kaya raya.

Baik Sydney dan Melbourne hanyalah salah satu dari kota di Dunia yang didambakan oleh pembeli asing. Pembeli asal Tiongkok khususnya telah menjadi pembeli terbesar dengan memberikan kontribusi Rp. 60 triliun di pasar real estate Australia pada tahun 2013.

Properti mewah terbukti sangat menarik bagi investor luar negeri dimana ada satu agen properti yang berbasis di Sydney memprediksi bahwa investor asal Tiongkok akan membeli properti mewah dengan nilai setara Rp. 2 triliun di Sydney pada tahun ini.

Permintaan lokal untuk properti Sydney akan terus bertambah seiring dengan penurunan suku bunga, dengan suku bunga Australia diperkirakan akan menyentuh 1,5% pada akhir 2016, menurut The Royal Bank of Canada.

The Royal Bank of Canada berhasil memperkirakan penurunan tingkat suku bunga sebesar  0,25% pada bulan Mei.

Pemotongan suku bunga lebih lanjut diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk perumahan dan selanjutnya mengangkat nilai properti Sydney.

"Kita saat ini menurunkan kembali suku bunga Reserve Bank of Australia sebanyak dua kali menjadi 1,5% pada akhir 2016," kata Su-Lin Ong, head of Australian and New Zealand Fixed Income & Currency Strategy for the RBC.

Crown Group Holdings CEO, Iwan Sunito, menyatakan Tiongkok telah menjadi pembeli asing terbesar properti di Australia, khususnya di Sydney, namun beberapa negara ASEAN seperti Indonesia dan Singapura berhasil membuntuti mereka dengan cepat.

"Indonesia adalah ekonomi terbesar ke-16 di dunia saat ini dan McKinsey Global Institute memperkirakan Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh pada 2030," kata Sunito.

Pada tahun 2013 Indonesia nilai ekspor ke Jepang adalah sebesar  US$ 27 miliar dibandingkan nilai ekspor Jerman yang hanya mencapai US$ 23 miliar. Indonesia juga mencatat kegiatan ekspor sebesarUS$ 22,6 milyar ke Tiongkok dan telah menjadi pemasok batubara terbesar ke-4 bagi negara tirai bambu tersebut.

Pada tahun 2014, Nielsen memperkirakan bahwa kelas menengah di Asia akan menjadi sebesar 52 % dari jumlah populasi di wilayah ini pada tahun 2020, dengan pertumbuhan kelas menengah tercepat muncul berasal dari Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Indonesia berada di garis depan dalam tren ini, dengan segmen menengah yang diperkirakan menjadi dua kali lipat pada tahun 2020. Banyak perhatian hanya difokuskan pada mesin pertumbuhan terbesar di Asia, - Tiongkok dan India - tetapi sekarang adalah waktunya untuk memeberinperhatian lebih kepada Indonesia.

"Indonesia memiliki potensi besar sebagai raksasa di Asia dan tetap menjadi salah satu pasar yang paling penting bagi Crown Group di luar Australia," ujar Iwan Sunito.

"Pasar properti di Sydney telah menjadi target investasi utama di Asia," tambahnya.

Analis properti dari SQM Research, Louis Christopher, meramalkan setidaknya ada peningkatan sebesar 15% persen peningkatan nilai dalam properti Sydney tahun ini, dan sebesar 12% di Melbourne.

Menambah prospek yang kuat untuk pasar tahun ini, Christopher mengatakan saat ini tidak ada bukti jelas yang bisa memicu penurunan pasar akibat kelebihan pasokan.

Setelah pertumbuhan sebesar 14% pada tahun 2014, pasar properti di Sydney akan terus mengalami penguatan di tahun 2015, dengan peningkatan harga sebesar 3% pada bulan Maret saja.

Dengan rencana penurunan suku bunga oleh Reserve Bank yang diperkirakan dalam waktu dekat, akan, harga property bisa naik lebih jauh.

Kepala ekonom HSBC Australia, Paul Bloxham, mengatakan pemotongan suku bunga RBA dari rekor sebelumnya sebesar 2,25% akan membantu meningkatkan beberapa aspek yang lamban dalam ekonomi Australia, dengan aliran efek positif pada pasar properti.

HSBC memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 3% tahun depan, dari 2,5 % pada tahun 2014, dan mengatakan harga komoditas tidak mungkin untuk jatuh lebih jauh pada tahun 2015.

Pemenang dari beberapa penghargaan industri yang paling prestisius, termasuk 2014 UDIA NSW untuk konsep desain terbaik, Crown Group telah mendapatkan reputasinya atas pembangunan hunian yang luar biasa dengan fasilitas gaya resor bintang lima.

Crown Group mencetak rekor penjualan yang mengesankan sebesar Rp. 1,7 triliun dalam kurun waktu empat sajam saat peluncuran Sydney by Crown pada bulan November, setelah mencapai target penjualan sebesar  Rp. 1 triliun pada dua jam pertama.

Pada 2015, Crown Group juga akan memperkenalkan proyek terbaru nya senilai Rp. 5,75 triliun yang terletak di 301-303 Botany Road dan akan memulai penjualan dengan peluncuran global pada 29 Agustus 2015.
Dirancang oleh Koichi Takada Architect pengembangan proyek mixed-use dengan 20 lantai ini memiliki bentuk melingkar yang unik, dengan pusat berongga dan cut-out dalam façade yang memungkinkan cahaya alami untuk menembus plaza taman utama.
Termasuk di dalamnya 401 unit apartemen, 30 ruang ritel dan komersial, pusat ruang konferensi di lantai dasar serta fasilitas canggih untuk para penghuninya.
CEO kelahiran yang Indonesia, Iwan Sunito, mengatakan ia bangga memperkenalkan Crown Green Square.

"Visi kami untuk Crown Green Square adalah untuk membawa masa depan ke masa kini," kata Sunito

"Perkembangan yang paling ikonik kami sampai saat ini, Crown Green Square, siap menjadi landmark di pusat kota baru Green Square di Sydney."

"Kami percaya Crown Green Square akan menjadi sangat populer bagi para pembeli dan investor di Asia," kata Sunito

Terkenal dengan fasilitas bergaya resoryang telah memenangkan penghargaan, Crown Group akan memberikan para penghuninya fasilitas kolam infinity-edge, spa, gym, ruang musik, teater, concierge, teras di atap dan sky lounge.

Desain futuristik Crown Green Square telah dianugerahi penghargaan oleh Urban Development Institute of Australia (UDIA) NSW untuk Konsep Desain Terbaik pada bulan Agustus, salah satu penghargaan bergengsi untuk desain industri.

Perusahaan telah menerima ratusan pendaftaran baik lokal maupun internasional sebelum pembukaan unit display Crown Green Square pada awal 2015.

Pembangunan hunian mewah ini akan selesai pada 2019.(r/Dn/Sc)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: