» » » » Gas Ukuran 3 Kilogram Mulai Langka Di Cikampek

SJO Karawang - Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) mulai langka. Tita (40) seorang pemilik warung tegal (warteg) di pasar Cikampek III mengaku kesulitan untuk mendapatkan elpiji dalam tabung melon itu.

"Sudah dua hari ini susah banget carinya," kata Tita  saat berbincang dengan SJO, Senin (1/6).

Kondisi tentu saja mengkhawatirkan Tita. Pasalnya, usaha yang dijalankan Wanita ini sangat bergantung pada tabung elpiji 3 kg. Dia menyebutkan rumah makannya selalu menghabiskan 3-4 tabung untuk memasak barang dagangan setiap hari.

"Kalau dulu Bisanya pakai minyak tanah, tapi harganya lebih mahal. Kalau elpiji biasanya Rp 17 ribu per tabung, namun bisa untuk masak lebih banyak makanan," terang dia.

Namun sejak sulit didapatkan, harga elpiji 3 kg yang dibelinya meningkat menjadi Rp 22 ribu-25 ribu per tabung. "Naik harga tidak apa-apa, asal barangnya ada. Repot kalau tidak ada gas," ungkapnya.

Hal serupa dialami oleh Marno(40), seorang pedagang bubur Ayam di wilayah pasar Cikampek. Dia juga mengaku kesulitan untuk mencari elpiji 3 kg. Hal ini tentu saja sangat mengganggu usahanya karena saat gas habis dia tidak dapat melayani konsumen.

"Terpaksa disuruh tidak dilayani, habis mau gimana orang gasnya tidak ada," jelasnya.

Tak hanya sulit didapatkan, harga elpiji 3 kg kini meningkat. Yanto mengaku dirinya harus merogok kocek Rp 25 ribu per tabung untuk mendapatkan elpiji yang disubsidi pemerintah itu.

"Kalau di agen kemarin beli Rp 17 ribu per tabung, tapi kemarin saya beli sampai Rp 25 ribu per tabung. Pembeli saya juga cerita kalau dia beli Rp 25 ribu per tabung," pungkasnya.(Sutiyono/Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: