» » » Deden Bantah Mengundurkan Diri Dari Cabup Karawang

SJO KARAWANG-
H Deden Darmansah yang dikabarkan mengundurkan diri dari bursa pencalonan Bupati Karawang di internal partainya, PDI Perjuangan, membantah keras atas kabar burung tersebut. Pasalnya, hingga saat ini dirinya juga mendapat mandat dari DPP PDIP untuk mencari calon wakil bupati.Menurutnya, yang saat ini dicanangkan menjadi calon wakil bupati untuk mendampingi dirinya sudah ada dua nama, pertama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Gina Fadia Swara. dan kedua, anggota DPRD Kabupaten Karawang, H Ahmad Zamakhsyari.

Meski sampai hari ini belum ada kepastian dari keduanya, tapi dirinya merasa yakin salah satu diantara mereka akan bersedia untuk mendapingi dirinya, komunikasi politik juga masih terus berjalan, hanya tinggal nunggu bagaimana pertimbangan a, b dan c nya.“Jadi kabar bahwa PDIP sudah memastikan untuk mengusung calon tunggal yakni H Akhmad Marjuki (HAM), itu tidak benar. Saya masih ada dalam bursa pencalonan internal partai saya sendiri, dan saya juga diperintahkan untuk mencari calon wakil bupati, Neng Gina dan Kang Jimmy, dua nama yang kemungkinan bakal mendampingi saya dalam Pilkada Karawang,” jelas H Deden Darmansah kepada SJO (26/6)

Selain itu, kabar terkait HAM yang menjadi calon bupati yang diusung oleh PDIP, dirinya menyangkal, kabar tersebut belum benar adanya. Pasalnya, kepastian DPP PDIP mengusungkan kadernya maju dalam Pilkada Karawang, akan diperoleh keterangannya pada awal bulan Juli 2015 mendatang.“Bulan depan itu kepastian siapa yang diusung untuk jadi Cabup dan Cawabup dari PDIP. Hanya saja, pada hari Jumat (19/6) lalu, ketika saya dan HAM di wawancarai oleh Ketua DPP PDIP, saya dan HAM diintruksikan untuk mencari pasangan calon wakil bupatinya,” jelas mantan anggota DPRD Kabupaten karawang.

Deden juga menuturkan lebih jauh, surat rekomendasi calon bupati yang diusung oleh partainya jatuh ke tangan HAM, itu masih belum menjadi pegangan hak kuat guna mencalonkan diri di bursa politik menuju Karawang satu.“Intinya, pada hari itu juga, saya dan HAM secara lisan diintruksikan oleh DPP PDIP mencari pasangan. Tapi, terkait kabar kemunduran saya yang dilontarkan oleh Bapak Karda Wiranata yang terhormat, sehingga HAM menjadi calon tunggal, dan kabar saya mundur itu bohong besar. Saya masih tetap bertarung untuk menjadi petarung calon bupati yang diusung oleh partai yang saya emban selama puluhan tahun ini, saya jadi merasa di dzhalimi kalau begini oleh beliau (Karda,red),” jelas Deden menegaskan.

Dia menyampaikan, untuk kepastian dari Gina Swara sendiri, dirinya masih menunggu kepastian dari hasil putusan Mahkamah Konstitusi yang akan ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2015 mendatang.Keputusan tersebut terkait pasal 7 huruf Q Undang-undang no 8 tahun 2015, tentang pemilihan perubahan atas undang-undang no 1 tahun 2015, tentang, pemilihan gubernur, bupati/walikota, yang isinya, bahwa syarat calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, tidak memiliki hubungan darah dengan pertahanan.“Kalau putusannya ternyata calon kepala daerah dan wakil kepala daerah itu diperbolehkan meski ada hubungan darah dengan petahanan (Ade Swara dan Hj Nurlatifah, red), maka saya akan bawa neng Gina ke DPP PDIP,” ungkap mantan anggota DPRD Provinsi Jabar.

Dengan demikian, sambung Deden Rutilahu, sangat besar kemungkinan dirinya bisa maju dalam Pilkada dengan Gina Swara, karena kalau dia maju dengan Gina, partai pendukungnya juga dipastikan bakal memenuhi syarat 20 persen dari kursi legislatif, 9 kursi untu PDIP dan sisanya akan dibawa Gina Swara.Tapi sangat disayangkan, dia masih belum mau merinci partai apa yang kemungkinan akan dibawa oleh Gina Swara, apakah Gerindra sebagai partai yang menghantarkan dirinya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, ataukah PBB sebagai partai yang pernah mengusung orang tuanya (H Ade Swara dalam pilkada 2010).“Jadi untuk keputusan neng Gina, sekali lagi saya sampaikan, tinggal menunggu kepastian putusan MK saja pada akhir bulan Juni ini,” paparnya.

Sedangkan jika ternyata putusan MK itu tidak memperbolehkan calon kepala daerah atau wakil kepala daerah ada kaitan darah dengan petahanan, maka H Ahmad Zamakhsyari, menjadi opsi berikutnya untuk bisa mendampingi dirinya dalam Pilkada Karawang.“Kalau kang Jimmy (Panggilan akrab H Ahmad Zamakhsyari, red), sudah ada komunikasi dari hati kehati, untuk bisa maju bersama dalam Pilkada 2015 ini,” tuturnya.

Meski menurut Deden, Jimmy sampai dengan tanggal 19 juni 2015 lalu ada komunikasi baik dengan Saan Mustopa untuk maju berpasangan dalam Pilkada Karawang, tapi dia meyakini komunikasi antara keduanya masih belum ada keputusan pasti atau keputusan final.“Tanggal 19 Juni kemarin dia masih menginginkan dengan Saan Mustopa, tapi siapa tahu dia bersedia menjadi cawabup saya,” ujarnya.

Dia sendiri ditugaskan oleh DPP PDI Perjuangan untuk mencari calon wakil bupati dengan 3 syarat, pertama popular, kedua harus memiliki partai dan ketiga memiliki cukup loginstik. Ke 3 syarat tersebut menurutnya ada dalam dua nama yang saat ini sudah disiapkannya untuk bisa maju bareng dalam pilkada karawang.“Syarat dari DPP itu tiga, pertama popular, terus bawa partai dan punya logistik,” pungkasnya.(Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: