» » BKSP Jabar Fokus Sertifikasi Sektor Perhotelan

SJO BANDUNG – Dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Desember 2015 mendatang, Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Barat, akan fokus pada sertifikasi tenaga kerja untuk sektor perhotelan. Hal ini dikarenakan Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi wisata tertinggi di Indonesia, merupakan pasar potensial yang bakal dijajal oleh Negara-negara regional Asean.

Karena itu, Jawa Barat harus memiliki kualitas Sumber Daya Manusia bidang perhotelan yang berdaya saing tinggi, yang akan mempengaruhi kualitas pariwisata itu sendiri. BKSP bersama komponen lainnya seperti Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Asesor pada sektor perhotelan, harus menjalin kerja sama dengan pelaku industri perhotelan untuk menyelenggarakan uji kompetensi sertifikasi kepada tenaga kerja di sektor tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai mengukuhkan kepengurusan BKSP Jabar periode tahun 2014 – 2019 di aula Gedung Sate, Rabu (24/6). Menjabat sebagai Ketua Umum BKSP 2014 - 2019 Sekretaris Daerah Prov Jabar, Ketua            :  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar dan Wakil Ketua   :  Kepala Disnakertrans Jabar.

“Sekarang ini tadi saya sudah bilang ke pengurus (BKSP), PHRI Jabar ya, kemarin sudah dilakukan dengan cepat,” ujar Deddy kepada Wartawan.

Deddy mengatakan, Jawa Barat harus segera mempersiapkan diri menghadapi MEA dan pasar bebas Asean dengan memperluas pasar Jawa Barat di Asia melalui penguatan kompetensi SDM agar memiliki daya saing yang handal.

Pengukuhan

Selain itu, ditempat yang sama Deddy Mizwar juga melantik kepengurusan yang baru Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat untuk Masa Bhakti 2015 – 2018. Hening Widyatmoko yang juga Kepala Disnakertrans Jabar dipercaya kembali menjabat sebagai ketua.

Deddy berharap dilantiknya kepengurusan BKSP dan Dewan Pengupahan Jabar ini, menjadi momentum strategis dalam rangka mewujudkan berbagai kemajuan pembangunan di Jawa Barat, dengan terus menggelorakan semangat membangun dan mengedepankan kepeloporan dalam berbagai implementasi yang bersifat terobosan sesuai tuntutan zaman.

“Harus ada komitmen yang kuat dan sinergitas yang tinggi dari pemangku kepentingan guna menghadirkan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Deddy.(rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: