» » » » Awas! HIV-AIDS Mengintai Di Pangandaran

SJO PANGANDARAN - Sudah bukan rahasiah umum lagi, kalau di Pangandan terdapat wanita pekerja seks (WPS) yang merangkap pelayan Café. Mereka tersebar diberbagai lokasi terutama di kawasan objek wisata Pangandaran, dari mulai Pasar Wisata hingga Jalan ke Pamugaran. ironisnya keberadaan mereka riskan terhadap penyebaran HIV-AIDS. Apalagi baru-baru ini ditemukan lagi dua kasus baru.

Kabid. P2PL Dinkes Kabupaten Pangandaran, Gunarto, SKM., melalui Kasi. P2 (Pengendalian Penyakit), Ajang Jatnika, kepada seputarjabar.com menyebutkan, dua orang warga Pangandaran yang dinyatakan HIV positif usai diperiksa di RSUD Kota Banjar.

Dia menjelaskan, tahun lalu, penderita HIV positif ada 14 orang, sekarang tambah dua orang, sehingga total menjadi 16 orang. Menurut WHO, angka 16 itu yang muncul ke permukan, padahal kasus HIV-AIDS seperti fenomena gunung es.

“Kita melakukan sero survey atau pengambilan darah itu masih dilakukan terhadap wanita pekerja seks (WPS) atau populasi kunci yang ada di hotspot.  Hal ini akan dilakukan bersama-sama dengan dinas terkait, mudah-mudahan secepatnya terealisasi,” jelasnya.

Menurut Jatnika, biasanya WPS kembali melakukan aktifitasnya setelah Lebaran nanti. Dengan demikian, maka pihaknya akan melakukan VCT dan sero survey pasca hari raya Idul Fitri. Hal itu untuk meminimalisir penyebaran HIV-AIDS di Pangandaran.

Sementara itu Ust.Aep Saepudin, salah seorang tokoh agama asal Desa Babakan, kecamatan Pangandaran, sangat menyesalkan peristiwa tersebut.”Sebenarnya kami sudah sangat muak dengan keberadaan café-café plus yang berada disekitar objek wisata Pangandaran. Dari tempat-tempat seperti itulah potensi penyebaran HIV-AIDS semakin cepat di Pangandaran. Aparat seperti tutup mata dengan pelanggaran tersebut,”tegasnya.

“Padahal banyak pihak yang dirugikan. Mestinya Kejadian penyebaran HIV-AIDS dapat diminimalisir apabila semua pihak bekerjasama,”ujarnya. (Iwn)

--

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: