» » » Aksioma Ancam Duduki Kantor Walikota Banjar

SJO Banjar - Puluhan masa yang tergabung dalam Aksioma Rakyatis melakukan aksi demontrasi di depan Kejaksaan Negeri kota Banjar, Senin (15/06). Dalam aksinya mereka menuntut agar Kasus korupsi di Kota Banjar segera di tuntaskan. Mereka pun membawa satu kepingan DVD yang berisi rekaman percakapan antara pejabat kota banjar

“Saya kaget setelah mendengar rekaman tersebut. Di dalamnya  ada sebuah konspirasi hukum yang mereka bicarakan. Bahkan hukum saja bisa mereka beli dan mereka atur sebuah skrenario untuk memuluskan mereka melakukan tindak korupsi,” ungkap Ahmad Dimiyati

Menurut Ahmad Dimiyati, dengan adanya persekongkolan hukum ini jelas sudah membodohi rakyat Banjar. Untuk itu dirinya menuntut para penegak hukum untuk tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi dalam bansos tersebut.

“Tersangka sudah ditetapkan oleh pihak kejaksaan. Saya harapkan segera periksa, juga para pelaku yang ada dalam rekaman tersebut,” ujar mantan Wakil Walikota Banjar era dr Herman itu.

Setelah masa mendatangi Kejari Banjar, dengan mendapat pengawalan penuh dari aparat kepolisian, mereka melanjutkan aksi demonya ke depan gedung Pendopo kota Banjar, mereka kembali memutarkan rekaman dugaan, mantan Walikota Banjar yang melibatkan beberapa pejabat tinggi Kota Banjar.

Massa juga membawa sebuah keranda mayat yang bertuliskan “hukum telah mati, diperbudak oleh penguasa”. Kata yang ditulisakan di kain yang menyelimuti keranda mayat tersebut juga diteriakan massa yang merasa kecewa terhadap kondisi penegakan hukum yang ada di Kota Banjar saat ini.
dr. Herman kini anda sudah skakmat,” ungkap para aktivis.

Ahmad Dimiyati pun menambahkan, jika memang tidak ada realisasi kasus hukum di Kota Banjar, Aksioma Rakyatis akan menginap dan menduduki gedung kota banjar serta Kejaksaan negeri Kota Banjar

Saya harap para penegak hukum yang ada di pusat bisa terjun ke Kota Banjar. Karena bila aksi kami tidak ada tanggapan apa-apa, maka kami pun akan terus menerus melakukan aksi dan menuntut untuk dituntaskan kasus korupsi yang merundung Kota Banjar. Bila tidak, maka kami menilai penegakan hukum di Kota Banjar pasif,” pungkasnya. (And/Jpr)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: