» » » 9 Pola Hidup Dibawah Ini Beresiko Penyakit Tak Bergejala

Foto : Google
Kaya Sinar Matahari tetapi Miskin Vitamin D


SJO Bandung - Mencengangkan. Meski wilayah Indonesia kaya sinar matahari sepanjang tahun, namun setengah dari penduduknya mengalami kekurangan vitamin D. Bagaimana dengan Anda?

Vitamin D adalah jenis vitamin yang memegang peranan sangat penting bagi kesehatan tulang. Vitamin D berfungsi menjaga konsentrasi normal kalsium dan fosfat dalam darah. Selain itu penelitian pun menunjukkan bahwa vitamin D membantu pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes tipe 1 dan 2, intoleransi glukosa, dan penyakit multiple sclerosis (penyakit yang menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang).

Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan vitamin D. Hal ini dapat terjadi karena kebanyakan aktivitas justru dilakukan dalam ruangan sehingga kurang terpapar sinar matahari, yang merupakan sumber vitamin D paling melimpah. Selain itu konsumsi menu makanan sehat yang banyak mengandung vitamin D seperti ikan, kuning telur, susu, dan biji-bijian kurang digemari oleh kebanyakan orang. Padahal kekurangan vitamin D dapat memicu timbulnya berbagai penyakit seperti osteoporosis, diabetes, hiperparatiroid, autoimun, hipertensi, penyakit jantung, penyakit infeksi (infeksi saluran pernafasan, influensa, dan tuberkulosis), bahkan penyakit kanker.

Untuk memastikan status vitamin D Anda, saat ini Laboratorium Klinik Prodia telah menyediakan pemeriksaan vitamin D 25-OH total. Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi defisiensi vitamin D, atau lebih akrab disebut silent disease (penyakit tak bergejala), dapat segera diatasi.

Pastikan Anda melakukan pemeriksaan Vitamin D 25-OH total jika Anda:

1. Mendapat sedikit paparan sinar matahari/aktivitas lebih banyak dalam ruangan

2. Terbiasa menggunakan sunscreen atau pakaian tertutup

3. Mengalami obesitas

4. Mengalami gangguan hati atau ginjal

5. Diduga rakhitis (rickets) dan individu dewasa dengan osteomalacia

6. Mendapat terapi vitamin D (untuk mengetahui ada tidaknya perbaikan status vitamin D)

7. Tidak pernah mengonsumsi suplemen vitamin D

8. Berusia lanjut (60 tahun atau lebih)

9. Mendapatkan terapi osteoporosis.

Semoga bermanfaat.(Don/Sc)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: