» » » Waspada Modus Baru Penipuan Struk Bank Palsu !!

(Ilustrasi gambar : Google Soloposfm)

SJO BANDUNG – Bagi anda pelaku usaha yang sering menerima pembayaran berupa Transaksi Elektronik, baiknya mulai saat ini lebih teliti dan waspada dalam ber Transaksi.  Maraknya Penipuan Modus baru dengan cara Melakukan pembayaran transfer antar rekening. Akibat modus tersebut, beberapa pedagang kain di Pasar Baru ketiban sial, lantaran dagangannya raib tanpa dibayar.

Ujang bukan nama sebenarnya, sempat dibikin pusing, uang yang katanya di Transfer  via ATM ternyata tak pernah diterimanya “Saya heran, waktu itu ada seseorang belanja ke tempat saya, dia borong beberapa yar kain. Waktu mau bayar dia bilang, saya (Pelaku-Red) ke Atm terdekat saja ya, setelah pergi dia kembali ke toko saya dan memberikan struk, toko sedang ramai. Saya terima karena bukti pembayaran berhasil sejumlah 2 Juta lebih” Ujar Ujang yang enggan melaporkan hal tersebut ke Polisi.

Modus tersebut juga diakui Buyung pernah menimpa adiknya yang juga pengusaha kain di Pasar Tanah Abang. Modusnya sama transfer via Atm dengan melampirkan bukti Struk pembayaran yang ternyata bodong.

Mengantisipasi kejadian serupa, Polda Jawa Barat mengimbau pelaku usaha untuk lebih Teliti dalam menerima pembayaran dalam bentuk  transaksi elektronik, swipe kartu.

“Masalah Transaksi elektronik mengandung kelemahan, kelemahan tersistem maupun individual. Dalam kondisi saat ini perlu dilakukan antisipasi yang sangat kuat.  Pelaku disitu ada celah, bisa saja merekayasa seakan-akan ada transaksi karena melampiri bukti.  Padahal ketika dicek ternyata tidak ada dan orang tersebut sudah pergi” Ujar Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo via seluler, Jum’at (8/5).

Terpisah, Senior Relation Bank BJB, Jadi Kusmaryadi mengatakan, kepada masyarakat  maupun pelaku usaha  untuk senantiasa melakukan Kroscek kepada rekening tertuju agar lebih valid, dengan fasilitas perbankan yang menyediakan Call center  24 Jam.

“Semua Bank telah memiliki Call center 24 jam yang dapat dihubungi lewat telepon. Sesuai dengan Undang-Undang  Bank Indonesia  struk tidak dapat dijadikan alat bukti. Sesuai UU yang diakui BI saat ini berupa kartal dan giral” Ujar Jadi, kemarin pada Seputarjabar.com.(Don/Sc)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: