» » » » Tanggapan Terhadap Artikel Letkol Inf Eko Ismadi : Jogjakarta , Kerajaan, Daerah Istimewa dan Wilayah RI dalam Dimensi Spiritual , Sejarah dan Simbol Budaya Indonesia

Oleh : Leonardus A Fanuel*)

Tak  dapat disangkal  bahwa kerajaan - kerajaan yang ada di Indonesia adalah bagian sejarah masa lampau bangsa atau kelompok masyarakat itu sendiri.

Dalam konteks Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat tentunya ada beda dengan kerajaan lain yang ada di Indonesia, karena ada peran penting yang dilakoni oleh Kesultanan tersebut, terlebih dengan peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX sendiri dalam proses kemerdekaan NKRI, baik sebelum dan sesudahnya.

Kita  menyadari  orang  yang berkunjung ke kota  tersebut merasa ada yang parallel antara nilai kemerdekaan / ke - Indonesia - an dengan kebudayaan Jawa  itu sendiri. Nuansa bercampurnya kedua unsur tersebut  sangat kental terasa bila kita mengamati dan  menghayati  hal tersebut

Jogja bukanlah Jogja seutuhnya kalau kita memisahkan antara masa lampau dan masa kini. Kekiniannya bernilai dan bermakna karena masa lampaunya.

Di Eropa kerajaan masih menjadi simbol budaya dan juga pemersatu bagi rakyatnya. Memang harus diakui setelah Revolusi Perancis, peran kerajaan sebagai penguasa negeri berubah dengan drastis. Seolah hal tersebut menjadi tonggak sejarah dan pembelajaran bagi kaum penguasa untuk lebih “tahu diri” dan bersedia berada pada “domain”  tersendiri dalam mekanisme pemerintahan yang demokratis.

Sebagian  rakyat tidak terlampau kritis terhadap kehidupan para penghuni Istana sepanjang semua  itu berada dalam koridor “wajar “ dan tidak merugikan kepentingan rakyat.

Jadi perimbangan antara warisan budaya dengan segala masalah turunannya dengan kekinian yang memerlukan manajemen operasional yang rumit dan canggih yang akan menjadikan kita sebagai manusia Indonesia yang seutuhnya, tanpa menyepelekan masa lampau dan hanya berpatokan pada masa kini dan yang akan datang.

Masa depan kita sebenarnya adalah bentukan masa lampau dan masa kini yang sedang kita jalani. Semoga bangsa Indonesia diberkahi dengan hikmah bijaksana  dan tidak mudah terpecah belah yang ujung-ujungnya hanya menyengsarakan masyarakat secara keseluruhan.

*Penulis adalah pecinta Sejarah NKRI.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: