» » » Sosialisasi Undang-Undang Kesehatan Jiwa untuk Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus

SJO,  BANDUNG - Memperingati Hari Autisme Sedunia 2015, KOMUNITAS RELAWAN MITIGASI BENCANA INDONESIA - KOORDINATOR JAWABARAT melakukan kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Kesehatan Jiwa untuk Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus dan para disabilitas pada umumnya adalah bagian dari komunitas masyarakat ini lebih sering menerima dampak dari kondisi sosial budaya dan  kebijakan yang belum baik. Persoalan yang sering muncul di permukaan adalah persoalan diskriminasi kebijakan, diskriminasi perlakuan masyarakat, deharmonisasi keluarga, bulying, dan
lain-lain. Tetapi yang lebih penting perlu dilihat adalah persoalan paradigma yang masih keliru
mengenai disabilitas atau pun anak-anak berkebutuhan khusus. Karena paradigma yang keliru
maka kemudian memunculkan sikap dan perlakuan yang salah.

Dalam hal ini disabilitas atau anak-anak berkebutuhan khusus perlu mendapat sorotan sangat penting. Pertama, karena mereka adalah sama-sama warga yang sah dan berhak mendapatkan penghargaan dan perlindungan. Kedua, karena mereka adalah pribadi-pribadi yang mempunyai kemampuan, bakat, dan kontribusi terhadap kehidupan. Ketiga, setiap orang terus menerus tumbuh dan berkembang, terus belajar, dan bisa mandiri.

Ada banyak hal yang harus dihadapi orang tua dalam mendampingi perkembangan anak-
anaknya. Persoalan itu antara lain dari aspek kesehatan, nutrisi, psikologi, perilaku, sosialisasi,
intelektualitas, keterampilan, kemandirian, dan lain-lain. Hal inilah yang kadang-kadang setiap
orang tua kebingungan bagaimana semua aspek perkembangan tersebut bisa diusahakan dan bisa
disinergikan, oleh karena itu Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat membuka layanan untuk
mendukung dari segi aspek kesehatan yaitu dengan membuka Instalasi Kesehatan Jiwa Anak
Remaja yang sejak tahun 2007 sampai saat ini semakin lama semakin meningkat jumlah
kunjungan dan pasien rawat inap.

Walaupun demikian masih banyak dirasakan adanya stigma bagi para orang tua dalam
membawa anaknya yang mempunyai masalah kesehatan jiwa untuk datang berobat ke Rumah
Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Bahkan ada beberapa kasus terlambat penanganan. Hal ini terjadi karena masyarakat kurang mendapat informasi tentang adanya pelayanan kesehatan jiwa untuk anak dan remaja di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Dengan demikian untuk lebih meningkatkan pelayanan dan sosialisasi kepada pasien anak  dan remaja di Instalasi Keswara Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, maka kami mengadakan
acara Family Gathering/ OutBound.

Melalui Family Gathering ini, diupayakan bagaimana para orang tua atau keluarga mempunyai pemahaman yang sama tentang penanganan yang komprehensi ini juga muncul   kesepakatan-kesepakatan di antara orang tua. Disamping itu, ingin coba dibangun semangat kebersamaan, dari banyak pihak, sehingga terciptalah kerjasama yang baik

Maka tema “Bersama Kita Bisa” diangkat sebagai spirit bersama. Kesadaran bahwa semua
persoalan tidak bisa dijawab dan diselesaikan sendiri, melainkan perlu kerjasama dan kesepakatan untuk tujuan yang lebih baik
Family gathering  sebagai sarana bertemunya orang tua dari anak maupun remaja berkebutuhan khusus, bersama para pemerhati dan para profesional untuk saling berbagi pengalaman, keterampilan, ilmu, dan sekaligus mewujudkan sebuah komunitas yang terus bertumbuh.(rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: