» » Sequis Life Selenggarakan Seminar sistem kesejahteraan di Indonesia

(Kiri ke kanan) Aldi Rinaldi, Sales Director Sequis Financial berdiskusi bersama Yutaka Uozumi, Director of Strategic Alliances and Technical Support , Sequis (Perwakilan dari Nippon Life) dan Edisjah, Director and Chief Agency Officer Sequislife
SJO, JAKARTA - PT A. J. Sequis Life mengadakan seminar untuk perusahaan Jepang di Indonesia mengenai prospek ekonomi Jepang dan sistem kesejahteraan di Indonesia. Dalam seminar ini, pembicara Koichi Haji, Executive Research Fellow dari NLI Research Institute mengetengahkan topik bahasan mengenai Efek Abenomics dan Prospek Ekonomi di Jepang. Sedangkan Aldi Rinaldi, Sales Director Sequis Financial menyampaikan topik Sistem Kesejahteraan di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan perusahaan Jepang yang ada di Jakarta (Indonesia).

Tatang Widjaja, President Director & CEO, Sequis menjelaskan, “Sequis selalu berusaha memberikan layanan yang lebih baik untuk nasabah individu maupun perusahaan. Untuk melakukan hal tersebut, Sequis melakukan perluasan bisnis di beberapa area, salah satunya adalah memperkuat kerjasama bisnis asuransi untuk perusahaan Jepang di Indonesia dalam hal menyediakan bisnis dan layanan kesejahteraan karyawan”.

Menurut Tatang, dengan semakin banyaknya perusahaan Jepang di Indonesia dirinya merasa yakin bahwa Sequis dan Nippon Life dapat memberikan layanan yang lebih baik untuk perusahaan Jepang dengan memberikan praktek bisnis asuransi terbaik pada area Employee Benefit Business (EBB).

Dalam presentasi yang dibawakan oleh Koichi Haji menyebutkan bahwa Abenomics berbasis kepada tiga pilar; kebijakan moneter yang agresif, kebijakan fiskal yang fleksibel dan strategi pertumbuhan ekonomi melalui investasi swasta. Tiga kebijakan ini bertujuan untuk mengatasi deflasi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi Jepang.Ia menyebutkan bahwa ada beberapa tantangan yaitu mengatasi kekurangan tenaga kerja, membangun sebuah masyarakat yang dapat bekerja hingga usia 70 tahun untuk mengurangi jaminan sosial dan meningkatkan produktifitas perusahaan.

Dalam pembahasan yang disampaikan oleh Aldi Rinaldi, bahwa kesejahteraan pegawai di Indonesia, terutama untuk pensiun,berada di tingkat terendah dengan index value 35 – 50. Tingkatan yang dimaksud adalah bahwa Indonesia telah memiliki pola atau fitur kesejahteraan pegawai yang sudah baik, namun masih memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki. Geliat positif ini tentu saja berpengaruh pada produktivitas industri asuransi di Indonesia khususnya asuransi jiwa dan kesehatan yaitu dengan memberikan produk kesejahteraan lainnya untuk melengkapi program mandatory yang sudah ada.

“Kami melihat bahwa pasar asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia telah tumbuh kokoh dengan latar belakang bahwa Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia sekitar 250 juta serta populasi kelas menengah yang tengah berkembang. Pertumbuhan tinggi ini diharapkan akan terus berlanjut terhadap penetrasi asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia yang relatif rendah dibandingkan dengan negara berkembang lainnya,” ujarYutaka Uozumi, Director of Strategic Alliances and Technical Support , Sequis (Perwakilan dari Nippon Life). “Kami juga melihat bahwa Indonesia termasuk negara yang tangguh bertahan dari gejolak ekonomi global, hal ini terbukti dari krisis ekonomi sebelumnya di mana Indonesia bisa bertahan dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya walaupun mengalami perlambatan di triwulan IV-2014.

Terkait dengan medium-term plan Sequis yaitu Vision 2020: To be The Leading Life & Health Insurer in Indonesia, di mana Sequis telah memperluas tenaga kerja agennya, diversifikasi saluran distribusi dan pengembangan produk baru yang disesuaikan dengan nasabah, kami tetap optimis memilih Indonesia dan Sequis sebagai pilihan investasi karena kami memandang pasar Indonesia berpotensi berkembang pesat di masa mendatang, “tambah Uozumi.

Hal senada disampaikan Tatang, “Ketahanan ekonomi Indonesia ikut ditopang oleh meningkatnya jumlah dan daya saing SMES (Small and Medium Entrerprises) terutama di kota lapis ke dua di Indonesia yang semakin berkembang menjadi pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan”, ujarnya lagi.

“Kami optimis dapat memperkuat posisi dan kemampuan bisnis di Indonesia dan untuk menyasar perusahaan asing dari Jepang yang ada di Indonesia di mana kemitraan ini diimplentasikan melalui program yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Jepang di Indonesia tersebut”, ujar Tatang.

Paradigma Baru Asuransi Kumpulan

Sejak digulirnya program wajib yang diselenggarakan pemerintah untuk asuransi kesehatan yaitu  melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentunya berpengaruh pada peta industri asuransi kumpulan di Indonesia.

“Kita tidak menyangkal bahwa regulasi ini mempengaruhi produktivitas dan pendapatan untuk asuransi kumpulan, namun tidak serta dengan adanya regulasi ini membuat kita berbenturan dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat” ujar Tatang lagi. Menurutnya manfaat yang telah dijamin oleh BPJS adalah perlindungan dasar, manfaat yang belum termuat dalam program BPJS masih banyak yang bisa kembangkan oleh perusahaan asuransi termasuk Sequis, di mana Sequis sebagai salah satu perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia.

“Kami percaya ini adalah kesempatan besar bagi kami karena di Jepang sendiri, perusahaan asuransi swasta seperti Nippon Life memberikan perlindungan kesehatan pelengkap dari program wajib pemerintah. Bersama Sequis kami ingin bisa berfungsi sedemikian rupa di Indonesia, “kata Uozumi.

Kinerja Keuangan Positif

PT A.J. Sequis Life kembali membukukan kinerja positif selama tahun 2014. Pendapatan Premi Nettotercatat sebesar2.394 Trilyun, meningkat 13% dari tahun sebelumnya senilai 2.117 Trilyun. Total Aset juga terus dikembangkan hingga 15.258 Trilyun, angka ini naik 66% dari tahun sebelumnya sebesar 9.187 Trilyun. Kekuatan kinerja yang positif inilah yang menyokong kekuatan Risk Based Capital (RBC) hingga mencapai 1.500% atau naik 134% dari tahun sebelumnya sebesar 642%

PT A.J. Sequis Financial juga membukukan kinerja positifnya dengan kenaikan Pendapatan Premi Netto sebesar32.004 Milyar, naik 25% dari tahun sebelumnya, 25.663 Milyar.Dankenaikan Total Aset  sebesar 5% menjadi  462.245 Milyar dari tahun sebelumnya senilai 439.377 Milyar.

PT A.J. Sequis Lifemencatat pembayaran klaim sebesar Rp 2.935 Trilyun dan anak perusahaannya PT A.J. Sequis Financialmelakukan pembayaran klaim sebesar34.954 Milyar.

Kemitraan Strategis Sequis & Nippon Life

Tahun 2014, Nippon Life melakukan investasi di Sequislife, sehingga Nippon Life memiliki 20% dari saham Sequislife. Kemitraan ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi dan kemampuan bisnis Sequis di Indonesia serta membuka peluang kepada kedua institusi untuk saling berbagi pengetahuan mengenai praktek bisnis asuransi yang terbaik.

Kemitraan strategis ini tidak mempengaruhi dan tidak mengubah polis yang telah dimiliki nasabah baik manfaat, syarat dan ketentuan serta nomor polis nasabah. Juga tidak mempengaruhi logo, nama (brand), anak perusahaan, produk, manajemen perusahaan maupun sistem keagenan.(rls)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: