» » Purwakarta Terapkan Puasa Senin Kamis Bagi Siswa

SJO, PURWAKARTA - Bagi seorang Bupati sekelas Dedi Mulyadi, nampaknya tak akan habis oleh pemikiran orisinalitasnya dalam memimpin kabupaten Purwakarta terutama dibidang pendidikan.

Tak lama lagi, tahun pelajaran baru, Dedi akan menerapkan Puasa Senin Kamis bagi seluruh siswa di Purwakarta, termasuk SMA yang memang kewenangannya akan diambil oleh Pemprov.

Pemikiran Dedi ini berawal ketika dirinya merasa prihatin melihat kondisi Dunia Pendidikan saat ini. Prostitusi online, pesta bikini hingga terjadinya tindak kriminalitas yang dilakukan oleh kalangan pelajar.

Saat ditemui dalam Acara Persemaian, bahwa nilai budaya adalah sebagai penguat karakter bangsa yang digelar Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ( KEMENDIKBUD RI), di Bale Yudistira Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, namun Dedi mengatakan pendidikan saat ini hanya diarahkan sekedar mencetak lulusan yang siap kerja menjadi karyawan.

“Bayangkan, generasi bangsa ini digiring menjadi bangsa karyawan, buruh. Ini kan kembali pada perbudakan” cetus Dedi.

Menurutnya ini, semua adanya kesalahan dalam sistem pendidikan kita yang selama ini hanya mengejar angka-angka, bukannya mengejar nilai rasa. Sehingga ketika mengejar angka yang simbolisasi itu, maka menurut Dedi, sekolah akan lahir menjadi tempat material bukan spiritual.

“Semuanya mengejar target angka-angka kompetensi, kurikulum. Disini akan lahir proyek, adanya Bimbel, Kursus dan sejenisnya. Padahal pendidikan spiritualitas tak boleh ada angka material,” tambahnya.

Angka dan nilai menurut Dedi tentu beda maknanya. Angka lebih pada simbolitas bukan esensi, padahal harusnya pendidikan mengajarkan nilai, yakni nilai kehidupan.

“Manusia ketika lahir sudah makrifat. Jadi, harusnya sekarang ajarkan pada anak nilai-nilai universal agar mereka kembali kepada kemakrifatan itu. Bahasa saya menuntun kemakrifatan itu dengan spiritualitas,” tegas Dedi.

Karena nilai spiritualitas, maka Pendidikan tidak boleh bertentangan dengan rahim, yakni pendidikan ketuhanan. Dedi menyebut Falsafah Pendidikan dalam Ajaran Sunda dengan Rawayan Jati, sangkan paraning dumadi. Congo nyurup kana puhu, ka luhur sirungan ka handap akaran.

“Jika yang ingin dilahirkan congo yang nyurup kana puhu. ka luhur sirungan ka handap akaran (ke atas bertunas ke bawah akar yang menancap kuat) maka caranya satu, lamun Hayang peurah kudu peurih (kalau ingin sakti harus prihatin dulu). Dan puasa Senin Kamis adalah satu langkah yang harus dilakukan guna merangsang nilai spiritualitas itu”, pungkasnya. (DeR)

--

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: