» » » » » Polisi Gerebek Saritem, Ratusan PSK Terjaring

SJO, BANDUNG - Meski Pemkot Bandung telah menutup secara resmi lokalisasari Saritem sejak  tahun 2009 silam, namun ternyata bisnis esek-esek di tempat prostitusi ini masih berlangsung. Ini terbukti ketika aparat Polrestabes Bandung dan Polsek Andir, melakukan penggerebekan pada Rabu
(20/5) tengah malam.

Petugas mendapati sebanyak 400 rumah di gang tersebut masih beroperasi sebagai rumah bordil dengan aktivitas prostitusi  yang padat. Puluhan anggota Satreskrim Polrestabes Bandung dibantu aparat Posek Andir memulai penyisiran dari gang masuk kompleks lokalisasi yang berlokasi di Jalan Gardujati tersebut.

Laksana lokalisasi yang dilegalkan,  sejumlah rumah yang berjejer di gang tersebut tampak ramai oleh perempuan-perempuan berpenampilan aduhai.   Beberapa rumah bordil di lokalisasi itu memajang PSK-nya di ruang kaca menyerupai aquarium.

Dalam penggerebekan yang dimulai sekitar pukul 23.00 wib itu, lebih dari 200 PSK beserta puluhan mucikari dan lelaki hidung belang terjaring. Mereka digelandang ke Mapolsek Andir, yang tak jauh dari lokalisasi tersebut.

"Operasi ini sengaja dilakukan sebagai langkah pembersihan Saritem dari aktivitas prostitusi. Lokalisasi ini sudah ditutup, jadi tidak ada tempat lagi bagi pelaku bisnis prostitusi untuk membuka usahanya disini," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Angesta Romano Yoyol.

Dikatakan Yoyol, operasi serupa akan terus dilakukan di lokalisasi tersebut, untuk mengawal terciptanya Saritem bebas dari praktek prostitusi.

Sementara para PSK yang terjaring mengaku, mereka sudah lama menjadi pelaku prostitusi di Saritem. Mereka juga mengungkapkan ketidaktahuannya kalau lokalisasi Saritem sudah ditutup pemerintah setempat.

"Saya tidak tahu kalau Saritem sudah ditutup. Saya hanya kerja aja seperti biasa," ujar seorang PSK berinisial My (21). Ia  juga mengaku kalau setiap malam tempat kerjanya selalu ramai. Bahkan, dalam satu malam dirinya bisa melayani kencan 5-6 pria hidung belang. (byu)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: