» » PMII Majalengka Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi

SJO, MAJALENGKA - Bentrok masa terjadi antara anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan aparat kepolisian dan Satuan polisi Pamong Praja ketika mahasiswa melakukan aksi demo di Kantor Kejaksaan Negeri Majalengka, Senin (18/5/2015). Akibat insiden tersebut dua mahasiswa yang juga Ketua PMII Iwan Irwanto dan Sekretaris Jajang Sudiana diamankan pihak kepolisian.

Aksi unjuk rasa yang diperkirakan berjumlah 20 orang dengan koordinator lapangan Fauzi
Purnama menuntut agar pihak kejaksaan menangkap para koruptor tanpa pandang bulu,
serta aparat kejaksaan harus bersih dari tindakan korupsi. Selain itu kejaksaan dituntut untuk
independen sehingga tidak boleh kompromi dengan pelaku korusi.

Sambil membawa sejumlah poster bertulis tuntutan terhadap aparat kejaksaan, mereka berorasi sambil membakar ban bekas di halaman kantor. Ketika mahasiswa tengah membakar ban, aparat kepolisian berupaya memadamkan api dan menjauhkan kobaran api dari kendaraan Kepala Kejaksaan dengan cara ditendang Jarak ban yang dibakar dengan kendaraan sangat dekat dikhawatirkan api akan merembet mengenai kendaraan dinas.

Melihat sikap kepolisian seperti itu , nampaknya sejumlah mahasiswa marah. Entah siapa yang memulai akhirnya bentrokanpun terjadi.

Mahasiswa akhirnya membubarkan diri, namun beberapa meter dari kantor kejaksaan bentrok kembali terjadi antara mahasiswa dengan polisi yang melakukan pengamanan. Melihat kondisi demikian Iwan Irwanto serta Jajang segera diamankan oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolres. Selang 5 meter setelah bentrokan kedua kali, mahasiswa kembali bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja, namun tak jelas penyebabnya.

Merasa aspirasinya belum tersampaikan dan menganggap ada aksi kekerasan, para mahasiswa berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa dengan pengerahan masa yang lebih besar.

Sementara itu di Kantor Kejaksaan sendiri sejumlah penyidkik sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atas kasus dugaan korupsi dana bantuan CSR PT Sang Hyang Sri yang melibatkan tersangka Wakil ketua DPRD Majalengka. Mereka yang diperiksa adalah Ketua Keompok Tani Aspin, Hamid keduanya warga Desa Pasindangan, Raskama penyalur saprotan, serta Yogi RP warga Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh.

Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka M Basyar Rifa’i yang sedianya akan menerima pendemo mengatakan pihaknya sudah berkomitmen untuk mengusut setiap dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Majalengka tanpa mempedulikan pejabat atau bukan pejabat, selama didukung oleh data dan fakta yang menguatkan adanya indikasi korupsi.

“Sekarang di awal tahun 2015 saja kami berupaya mengungkap lebih dari 6 kasus dugaan korupsi dan beberapa diantaranya sudah menetapkan tersangka. Sebagian bahkan inginya segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ungkap Kajari.(Aries)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: