» » » » Pencairan Dana BOS Di Karawang Dipertanyakan

SJO, KARAWANG-Hampir dua bulan tahun anggaran berjalan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) belum cair.

Padahal, operasional sekolah membutuhkan dana tersebut. Pasalnya, sekolah di Kabupaten Karawang tidak lagi menerima uang SPP dari orangtua murid.

Baik dana BOS yang dikeluarkan dari APBN maupun dana BOP dari ABPD belum cair dikeluhkan oleh pihak sekolah.

Dan bukan rahasia lagi jika sekolah sampai meminjam uang talangan dari pihak lain atau bahkan menggunakan uang pribadi milik kepala sekolah.

Uang tersebut, untuk digunakan  menutupi keperluan-keperluan operasional sekolah seperti pembayaran honor guru dan karyawan honorer, biaya listrik, perbaikan gedung, hingga pos alat tulis kantor (ATK).

Karenanya, para kepala sekolah berharap agar dana BOS dan BOP segera cair dalam waktu dekat ini.
Drs Ujang Kamil Mujtaba M.Pd kepala SMP Al-Islam Cikampek, mengharapkan agar baik BOS dan BOP segera dicairkan ke rekening sekolah.

"Jelas saja kami mengharapkan sekali agar dana BOS tersebut segera cair, karena kita sangat membutuhkan anggaran  operasional agar aktifitas sekolah tetap harus berjalan," kata kepada SJO(9/5)

Kamil menambahkan, untuk keperluan guru honor yang jumlahnya 15 orang saja, pihaknya menghabiskan Rp 50 juta per bulannya. Belum lagi ditambah dengan biaya listrik dan perawatan gedung sekolah yang memakan puluhan juta rupiah per bulannya.

Hal senada juga dikatakan Hj Dewi Kencanawati SE.MM Kepala SMP Pakusaran Cikampek, Menurutnya, semua kepala sekolah juga mengharapkan hal demikian mengingat honor bagi guru dan pegawai honorer di sekolahnya belum dibayar bulan ini.

"Kalau bisa sih kami minta segera dana BOS ini di Cairkan , karena dengan persoalan keterlambatan dana BOS ini membuat kami  pusing, khusunya soal honor para guru bagaimanapun juga mereka menantikan honor," pungkasnya (Sutiyono)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: