» » » » Memelihara Ketahanan Nasional Dalam Bingkai NKRI Dengan Memahami Sejarah

Oleh: Letkol Inf Eko Ismadi*)
(Kepala Perpustakaan Pusat TNI AD)


Perilaku Radikalisme atau tindak kekerasan yang sudah menumbuhkan rasa kawatir didalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa saat ini. Karena masyarakat tahu akan dampak dan pengaruh yang ditimbulkan dalam kehidupan kita.

Apabila ini tidak mendapat perhatian yang serius dan kewaspadaan maka energi kita akan banyak terkuras untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya hanya untuk diskusi, seminar, talkshow, dan penggunaan anggaran yang tidak kecil.

Akibat dari sikap dan perilaku Radikal itu dapat pula mengancancam kondisi ketahanan nasional. Kondisi yang baik adalah terciptanya rasa aman bagi setiap masyarakat dan warga negara.

Aman dalam arti tidak ada pertikaian dan konflik serta bentrok masa. Salah satu yang menjadi sarana untuk melakukan pencegahan adalah sejarah. Dimana sejarah yang dimaksud adalah sejarah nasionalisme bangsa Indonesia.

Pada ulasan ini tentang sejarah dari manfaat dan gunanya serta aktualisasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI yang kita cintai ini.

PENGERTIAN, WAWASAN, MANFAAT DAN GUNA SEJARAH

Pengertian. Sejarah adalah catatan masa lalu dari segala sesuatu yang kemudian ditulis, ditata, disimpan, dan dipelihara sehingga dapat diketahui oleh generasi ke generasi secara berkesinambungan dan lestari. Karena sejarah memiliki Nilai Kejuangan atau Motivasi dan Nilai Spiritual.. Pengetahuan sejarah dapat menumbuhkan semangat juang dan patriotisme juga menjadi penggerak bagi mereka yang mau melajarinya.

Manfaat dan Guna Sejarah. Manfaat sejarah adalah sebagai bahan kajian, pencerminan, dan menilai perbuatan yang berkadar positip dan negatip ataupun mana yang merupakan keberhasilan dan kegagalan.

Orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya. Sejarah hingga kini masih ditulis disetiap peradaban manusia. Guna Sejarah yaitu sebagai pelajaran, sebagai inspirasi, dan sejarah sebagai sarana alih Generasi.

Wawasan Sejarah. Sejarah akan selalu dapat dijadikan sebagai referensi atau rujukan untuk menetukan masa depan bangsa. Sejarah yang harus dipahami adalah Sejarah Nasional Indonesia yaitu sebuah catatan sejarah yang memberi pelajaran bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENGARUH RADIKALISME

Masa Lalu. Sejarah selalu berhubungan dengan masa lalu. Maka bila pemahaman sejarah tidak dibatasi atau dilakukan secara bebas maka interprestasi menimbulkan standart ganda. Dan juga peristiwa masa lampau juga seseorang pada kepicikan dalam persepektif bahkan bias membias pada perilaku propaganda yang yang tidak berimbang.

Masa lampau juga dapat membentuk karakter seseorang dalam menghadapi masa depan. Pembiasan ini yang kemudian menumbuhkan sikap Radikalisme. Ini tidak dapat dibiarkan berkembang dimasyarakat bangsa dan Negara, bila hal ini dibiarkan maka Radidalisme akan mengancam ketahanan nasional bangsa Indonesia.

Pergeseran Moral. Diera globalisasi sekarang ini sikap hidup sudah bergeser dari kemandirian pangan kepada sikap yang konsumtif.

Pengaruh terhadap kehidupan masyarakat tidak lagi mencerminkan kegotongroyongan, toleransi, dan bersilaturahim. Tercermin dari sikap anak bersikap terhadap anak tidak lagi memperhatikan kesopanan sopan dan tidak begitu akrab dalam hubungan keluarga.

Sikap Hidup yang Tanggung jawab. Masyarakat yang memahami sejarah akan selalu mempertahankan keamanan, karena hanya melalui keamanan rasa nyaman dan damai dapat dirasakan. Maka dari itu sejarah dapat melahirkan masyarakat yang kreatif dan pemuda yang berpikir kritis yang positip dengan ide cerdasnya bagi kehidupan masyarakat sejahtera.

Cara Pandang terhadap Radikalisme. Radikalisme yang terjadi saat ini adalah hasil cara pandang yang kurang tepat.

Karena Radikalisme hanya dilihat dari akibat yang ditimbulkannya saja, tidak ditinjau dari sudut penyebabnya. Masyarakat bahkan tidak sadar kalau mereka dijadikan alat dan sarana untuk mengimplementasikan Radikalisme.

Melalui pemahaman agama justru dijadikan alat untuk melegalkan tindakan radikalisme, yang seharusnya adalah radikalisme adalah untuk melegalkan ajaran agama yang dipahami.

SEJARAH DAN KETAHANAN NASIONAL.

Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional dibentuk karena ada kepentingan nasional. Dimana kita tahu bahwa kepentingan nasional ada karena sejarahnya. Tanpa ada sejarah ketahanan nasional tidak dapat diklasifikasikan dan dinventarisasi dalam bentuk abstrak, sebagai agenda tujuan nasional bagi suatu bangsa.

Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Pemahaman sejarah harus diarahkan pada erat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI bukan sebaliknya justru menonjolkan sejarah nasionlisme kedaerahan atau semangat keadaerahan. Karena ini akan dapat timbul peristiwa konflik sosial yang disebabkan karena perbedaan keadaan ekonomi daerah.

Memperkokoh Jatidiri Bangsa. Pemahaman sejarah harus dapat memperkokoh jatidiri bangsa. Karena dengan belajar sejarah jatidiri bangsa dapat dikenal dan dipahami dengan baik. Kita harus prihatin ada guru yang mengajarkan kepada muridnya untuk tidak hormat sama bendera dan menganggap upacara bendera tidak penting. Mengajak masyarakat dan pemuda untuk tidak patuh pada aturan, hukum, dan Undang Undang Negara Indonesia tetapi Negara yang masih dalam wacana seperti NII misalnya.

Memahami Wawasan Nusantara. Pengertian dari Wawasan Nusantara cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Bangsa Indonesia harus tahu perbedaan nusantara dan NKRI. Nusantara itu berarti wilayah bekas Majapahit, sedangkan NKRI wilayah bekas jajahan Belanda. Seruan untuk kebangkitan Nusantara, paham ini membahayakan NKRI, sebab bila nusantara bangkit maka terbentuk wilayah bekas kerajaan. Tetapi Nusantara tetap dibutuhkan karena untuk membangun kerukunan hidup bangsa dalam kawasan regional.
Kokohnya Idiologi Pancasila.

Sepanjang kehidupan bangsa Indonesia masih saja ada golongan dan kelompok tertentu yang selalu ingin menggantikan atau merubah idiologi Pancasila sebagai dasar Negara. Dengan dalih dan cara apa saja dilakukan dari cara terelubung hingga cara terbuka. Seperti penulisan buku dan penyebaran famlet. Yang berisi untuk menghasut dan mempengaruhi pemamahaman masyarakat selamat yang sudah mapan berubah menjadi ragu dan gamang dengan pendiriannya akan Pancasila. Padahal dalam kesepakatan seluruh komponen bangsa sudah menyatakan bahwa masalah Idiologi Pancasila adalah final.

Sejarah Dan Pembangunan. Secara umum pembangunan dapat diartikan sebagai upaya atau usaha atau gerakan untuk mengubah kehidupan kepada yang lebih baik.

Pembangunan yang berorientasi pada sejarah tidak selalu memperhatikan kepentingan bisnis semata, tetapi juga pertahanan, dan kelangsungan hidup bangsa.

Sejarah terkait erat dengan memori atau ingatan maka setiap keputusan tidak ada tanpa mampu mengingat masa lalu yang pernah terjadi. Untuk itu dalam menetapkan kegiatan pembangunan juga disertakan faktor sejarah.

SEJARAH DAN POLITIK

Sejarah harus menjadi simbol pemersatu. Dalam kehidupan politik sejarah nasional Indonesia harus menjadi simbol dalam Idiologi Politik dan Politik kebangasaan. Bila hal itu dapat dicapai kata sepakat dari seluruh kekuatan dan partai politik maka semua kepentingan partai dan golong yang terwadahi. Dan sistim politik dapat diakomodir dan dikelola secara damai. Karena bila sejarah dijadikan symbol pemersatu maka akan muncul semboyan,”Bersatu Damai Dalam Perbedaan Itu Indah.” Politik Yang Berwawasan Sejarah. Yaitu berpolitik yang beorientasi pada kepentingan nasional tidak lagi kemenangan dan peran serta posisi politik partai ditujukan untuk mengganti sisitim politik yang sudah ada atau ingin perjuangan politik diluar NKRI.

Berwawasan sejarah adalah dalam wawasan sejarah nasional bangsa Indonesia. Politik Yang Belajar Dari Sejarah. Sebuah pemahaman sejarah yang dijadikan landasan berpikir sebagai sebuah pembelajaran dan alat evaluasi. Dengan sikap politik seperti ini akan dapat memilih mana yang pantas untuk dilanjutkan dan mana yang pantas untuk dihentikan. Maka orientasi pemikiran politik yang demikian beorientasi pada kelestarian dan kelangsung hidup bangsa. Membangun kerja sama politik yang dilandasi oleh sikap qusnulzon.

Sedikit ulasan ini harapkan kita dapat memberikan gambaran akan penting dan artinya sejarah bagi kehidupa berbangsa dan bernegara sepanjang hayat dan sepanjang masa. Hidup Indonesia dan NKRI harga mati !!!!!!!!!!!!!!!!

*) Penulis adalah Pemerhati Sejarah

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: