» » » Marketing dan Dunia Digital, Sebuah Renungan Kecil

Oleh : Leonardus A Fanuel*)

DALAM kehidupan ini mau tidak mau, langsung maupun tak langsung, setiap saat kita berada dalam putaran marketing dari produk maupun jasa, yang meminta perhatian kita baik melalui publikasi media elektronik yang dapat diakses melalui gadget ataupun melalui pamflet yang  biasanya datang ke alamat kita tanpa diminta.

Definisi sederhana daripada marketing menurut Oxford advanced learners dictionary, adalah : The activity of presenting, advertising and selling the companies product in the best possible way.

Terjemahan bahasanya adalah : Suatu aktifitas mempresentasikan barang atau jasa dan mengiklankan serta menjualnya dengan cara yang terbaik yang memungkinkan.

Dalam realitanya untuk terjadinya transaksi tersebut tidaklah sesederhana yang kita pikirkan. Sebenarnya ada suatu proses sebelum seseorang menentukan pilihan untuk memutuskan membeli suatu produk atau jasa.

Dalam marketing kita mengenal yang disebut dengan 4P's of marketing mix yakni : Product, Place, Price dan Promotion. untuk produk saja banyak hal yang perlu dikaji, antara lain dari segi kualitasnya, fitur-fiturnya, dan lain - lain.

Demikian juga untuk masalah Place, tempat, transportasi juga menjadi kajian sebelum memutuskan untuk membelinya.

Apalagi masalah Price, biasanya menjadi hal yang cukup sensitif, apakah ada potongan harga / diskon dan keleluasaan cara untuk pembayaran dan sebagainya.

Demikian juga cara promotion, juga bisa menentukan keputusan jadi tidaknya seseorang menuju suatu transaksi.

Apa yang terjadi dalam dua dekade terakhir, perkembangan telekomunikasi digital khususnya di dunia maya adalah sangat fenomenal, karena komunikasi dapat dilaksanakan sekejap dan dengan cara yang sangat - sangat murah. Terlebih setelah adanya media sosial seperti Facebook, blackberry messenger, twiteer, path, whatsaap, line, instagram dan banyak lagi. Dimana media tersebut menjadi arena mengekspresikan diri "dipanggung dunia" tanpa dipungut biaya.

Kemudahan tersebut dapat digunakan orang dengan berbagai niat dan keinginan, dari sekedar mengemukakan pendapat sampai pada urusan hujat menghujat, walaupun tentunya ada konsekwensi hukum atas hal tersebut.

Disisi lain ada juga yang memanfaatkannya untuk mempromosikan produk atau usahanya secara langsung maupun tidak langsung, sehingga ramai diperbincangkan. Tak lain adalah adanya penggunaan sosmed untuk mempromosikan jasa berbagai jenis pelayanan termasuk usaha " lendir " yang merebak hingga menuai reaksi negatif dari berbagai kalangan masyarakat.

Sebenarnya ini hanya fenomena gunung es, biasanya jika terkuak satu kasus, tanpa disadari dibawahnya telah menumpuk kasus serupa. Jika telah jatuh  korban jiwa baru kita semua angkat bicara bak komentator.

Di - era dimana bisa terjadi konflik a-simentris seperti yang tertulis dalam buku yang berjudul "The end of Power",Karangan Moises Naim,dimana dinyatakan bahwa pihak yang besar dan kuat seperti kekuasaan Negara dapat dibuat sangat repot dan kalang kabut oleh beberapa gelincir orang yang mempunyai "keahlian" tertentu baik dengan menimbulkan kerusakan fisik pada fasilitas umum yang menimbulkan ketakutan yang besar pada masyarakat  atau dengan cara meretas situs-situs resmi yang berdampak negatif yang luar biasa besarnya. Demikian juga dengan adanya konflik dengan menggunakan "proxy".

Maka kita terkadang terlena dengan hiruk pikuk di panggung, padahal yang berperan adalah yang dibelakang layar. Para ahli strategi militer dan intelijen tentunya faham benar mengenai hal tersebut.

Dikatakan menjadi penguasa di-era sekarang berbeda dibanding dengan masa-masa yang lampau. Cengkeraman kekuasaan telah melonggar seiring dengan terjadinya transparasi diberbagai bidang. Hal baik maupun buruk sekejap bisa  diketahui publik. Sehingga publik dapat menilai respons dan kredibilitas sang pemangku kekuasaan. Dukungan maupun protes bisa segera muncul melalui sosial media maupun media lain.

Hinggar bingar ini menandakan bahwa para pemangku jabatan sekarang haruslah mampu menghadapi yang namanya "the World of the Unusual" ( Dunia yang Tidak umum ) banyak yang harus dipelajari diluar yang biasa dan baku. Bagi yang lulus maka jadilah mereka pemimpin kontexstual dan aktual dengan bantuan teknologi informasi dan asintensi cermat dan cerdas, bagi yang gagal berarti tersingkirlah mereka dari panggung dunia, karena mereka tidak mempu beradaptasi dengan warna-warni yang berubah cepat dan seakan tanpa bentuk itu.

Siapa cerdas, yang menang ---bukan yang kuat yang selalu menang. Itu sudah terbukti sejak ribuan tahun yang lampau waktu Daud mengalahkan Goliath dalam duel satu lawan satu.(***)

*)Pengamat ekonomi, politik dan HAM.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: