» » » Mahalnya Kendaraan Transportasi untuk Masyarakat Pedalaman

Oleh: Muhamad Bilawa Putra*)

Negara Indonesia memiliki luas daratan mencapai 1.922.570 km². Dengan jumlah penduduk mencapai 237 juta jiwa. Tersebar dari Ibu kota hingga pedesaan di pedalaman. Perkembangan infrastruktur jalan raya seakan berlomba-lomba dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Sebut saja di Jawa Barat bagian selatan daerah Rancabali, masih banyak desa yang belum terhubung jalan aspal. Untuk mencapai desa tersebut harus melalui jalan tanah. Jarak 10-30km yang jika di jalan aspal berkualitas baik dapat ditempuh kurang dari 30menit, kini harus di tempuh hingga berjam –jam.

Kondisi semakin diperparah jika hujan turun dan merubah jalur tanah menjadi “bubur” lumpur Hal ini berdampak pada harga barang pokok yang dikirim dari kota ke desa tersebut. Bagi penduduk untuk melakukan aktifitas ke kota dibutuhkan perencanaan dan usaha yang besar karena sulitnya medan yang dilalui. Arus ekonomi dan arus pembangunan terganggu sejalan dengan tersendatnya mobilitas dan transportasi penduduk. Banyak kesempatan penduduk yang terlewatkan karena sulitnya bertransportasi antar kota.

Solusi terbaik untuk mengatasi ini tentu membangun jalan. Setiap tahun selalu ada jalan baru yang dibangun pemerintah. Menghubungkan desa ke desa lain atau desa ke kota. Permasalahanya adalah masih banyak desa yang seakan – akan di lupakan oleh pemerintah. Di jawa barat saja masih banyak desa yang belum terhubung infrastruktur layak,bagaimana di luar pulau Jawa?

Kondisi jalan di Rancabali jawabarat foto diambil tahun 2014
Masyarakat yang terpaksa “menunggu” jalan ke tempat mereka dibangun, mengandalkan kendaraan khusus yang sanggup melewati jalan buruk tersebut. Salah satu spesifikasi wajib yang harus dilengkapi adalah memiliki gardan ganda atau disebut 4x4.

Dikala kendaraan biasa tak mampu melewati jalan buruk tersebut, kendaraan 4x4 mampu melewatinya dengan mudah. Usaha yang yang di perlukan untuk mencapai tujuan berkurang signifikan dibanding menggunakan kendaraan bergardan tunggal atau 4x2.

Ironisnya adalah kendaraan yang mampu menyokong masyarakat pedalaman ini justru dihargai mahal karna terkena pajak tambahan. Miris melihat LCGC (Low Cost Green Car) yang digembor – gemborkan sebagai kendaraan untuk masyarak pedasaan berekonomi rendah, justru sebuah citycar dengan mobilitas terbatas yang lebih cocok untuk masyarakat perkotaan.

Kendaraan yang cocok untuk masyarakat pedalaman dan penting untuk aktifitas mereka ini justru di katagorikan kendaraan mewah oleh pemerintah. Masyarakat terpaksa mengandalkan kendaraan bergardan ganda bekas pakai yang telah berumur diatas 20 tahun. Tentu umur kendaraan menjadi soal, tidak jarang terjadi kerusakan tak terduga di tengah jalan yang membuat waktu tempuh kembali melambung.

Peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2014 Pasal 2 Ayat 4(B) menjelaskan kendaraan yang dikenakan pajak 30% yang berbunyi :  kendaraan bermotor selain sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel), dengan sistem 2 (dua) gardan penggerak (4x4), dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Pajak PPnBM 30% sebenarnya setara dengan Kendaraan jenis Sedan dan Statition Wagon dengan kapasitas mesin kurang dari 1500 cc dan 4x2 di terangkan pada ayat 4(A). Sedangkan pada ayat 5 untuk kendaraan berkapasitas 1500-3000 cc mesin bensin atau 1500 – 2500 mesin diesel, berpenggerak 4x4 dikenakan pajak hingga 40%, juga setara dengan pajak kendaraan jenis sedan berkapasitas mesin sama.

Ironis jika kendaraan 4x4 yang sangat berguna untuk aktifitas masyarakat pedalaman justru di setarakan dengan kendaraan sedan yang memang digemari oleh kalangan menengah atas di perkotaan.Sedangkan jenis kendaraan lain non sedan (Minibus,MPV,Citycar) dan berpenggerak 4x2 dengan kapasitas mesin1500-2500cc dikenakan pajak 20% dijelaskan pada ayat 3(A).

Memang ada kendaraan jenis double cabin dengan bak yang penggerak 4x4 yang dijelaskan di pasal 3(B) juga mendapat pajak 20%. Jika berkaca ke Thailand jenis kendaraan ini justru dibebas pajak kan guna mendorong pertanian dan pembangunan masyarakat di pedalaman.

Pada PP Tahun 2014pemerintah telah merubah beberapa konfigurasi pajak kendaraan, yang pertama ppnbm untuk kendaraan mewah dengan kapasitas >3000cc dari 75% meningkat pesat menjadi 125%, langkah ini ramai-ramai di respon atpm dengan mengganti lini produk mereka dengan kapasitas mesin lebih rendah. Kemudian merubah aturan CKD(Completely Knock Down) dan IKD(Incomplete KnockDown) yang bertujuan mendorong ATPM membangun pabrik di indonesia dengan muatan lokal tinggi. Beberapa bulan terakhir terdengan kabar penurunkan pajak kendaraan jenis sedan yang oleh pengamat di nilai kurang tepat sasaran, Bagaimana dengan kendaraan bergardan ganda atau 4x4? (***)
*) Penulis adalah Mahasiswa ITB

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

1 komentar:

  1. Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
    selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di agen.selltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone : 085365566333
    PIN : D2E26405

    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    BalasHapus