» » Kado May Day buat Harry Tanoe

Foto : ADE/CikalNews
DARI sekian banyak poster dan spanduk yang dibentangkan para pengunjuk rasa di depan Gedung Sate saat memperingati Hari Buruh International  pada Jumat siang 1 Mei 2015, beberapa poster menarik perhatian saya. Diantaranya aspirasi para jurnalis menuntut perbaikan kesejahteraan.

Harapan para jurnalis itu langsung mengingatkan saya kepada Harry Tanoesoedibyo, bos grup Media Nusantara Citra (MNC).  Salah satu “Raja Media” di Indonesia ini, menurut saya, punya pasukan jurnalis paling  banyak dibandingkan pengusaha media lain seperti Jacob Utama, Dahlan Iskan, Chairul Tanjung, Surya Paloh, dan Aburizal Bakrie.

Ragam media yang dinaunginya pun komplet: media cetak, radio, televisi, dan internet. Jumlah media cetaknya bukan hanya surat kabar umum Koran Sindo, tapi ada yang segmented seperti Mom & Kiddy, Genie, Trust, dan High End. Radio tersebar di beberapa kota. Juga media online okezone.

Media lain yang menjadi tambang uang Harry Tanoe adalah TV. Selain tiga stasiun yang popular di kalangan pemirsa, yakni RCTI, MNCTV (dulu TPI) dan Global, juga masih ada Sindo TV yang membawahi belasan TV lokal di berbagai kota.

Dengan jumlah media sebanyak itu tentu ada ratusan personel redaksi yang setiap hari menguber deadline untuk menepati jadwal cetak dan waktu tayang. Apakah kerja keras mereka itu sudah mendapatkan upah yang setimpal?

Untuk personel berstatus karyawan tetap saya yakin penghasilannya sudah sesuai aturan ketenagakerjaan. Tapi personel kontributor TV byang jumlahnya ratusan dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia, umumnya hanya menerima  honor bila berita yang mereka liput tayang, baik di TV lokal maupun TV nasional.

Ini yang saya maksud aspirasi para jurnalis yang menuntut perbaikan kesejahteraan itu langsung mengingatkan saya kepada Harry Tanoe. Dan harapan para jurnalis itu sering membuahkan tanda tanya manakala saya melihat iklan Harry Tanoe di TV ketika menyosialisasikan Partai Perindo dengan “semangat” : Untuk Indonesia Sejahtera.

Nah, mumpung masih dalam euforia Hari Buruh Internasional, saya mengetuk hati Harry Tanoe untuk segera meningkatkan kesejahteraan para jurnalis berstatus kontributior TV itu, sebelum lebih luas menyejahterakan rakyat Indonesia, yang tentu  bukan pekerjaan mudah.

Saya yakin para kontributor TV yang selama ini hanya menjadi honorer itu akan menyambut sukacita apabila status mereka lebih jelas dengan mendapatkan penghasilan pasti setiap bulan disertai jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.

Juga, saya yakin, para jurnalis baik karyawan tetap maupun kontributor, akan menyambut  baik jika manajemen Grup MNC mengambikl inisiatif membentuk Serikat Pekerja di semua perusahaan yang dinaunginya.

Langkah tersebut, menurut saya, akan menumbuhkan keyakinan di hati para kontributor bahwa Harry Tanoe sungguh-sungguh mendirikan Partrai Perindo semata-mata untuk Indonesia sejahtera. Bukan sekadar menebar mimpi untuk kepentingan politis menyongsong hajat demokrasi 2018.

Selamat Hari Buruh Internasional.

(zainal muttaqien)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: