» » » » » Jepang Rekrut Siswa SMK Bintar Jadi Peserta Magang

SJO, PURWAKARTA - Okayama Institute of Language (OIL) & Profesional Training College (PTC) merekrut sejumlah siswa SMK Bina Taruna (Bintar) Purwakarta, Jawa Barat, sebagai calon tenaga kerja yang akan dipekerjakan di Jepang. Sebelum menempati pekerjaan tetap, para siswa SMK Bintar akan mengikuti proses magang selama 2 tahun di Jepang.

Kemarin, utusan OIL & PTC Jepang Mr Kudo mengunjungi kampus SMK Bintar Purwakarta. Mr Kudo melakukan sesi wawancara langsung dengan 4 siswa SMK Bintar Purwakarta yang akan mengikuti proses magang di Jepang.

"Wawancara memakai bahasa Jepang. Empat siswa memahami dan mengerti apa yang disampaikan Mr Kudo karena di SMK Bintar juga terdapat mata pelajaran Bahasa Jepang," ujar Ketua Lembaga Pendidikan Bina Taruna Purwakarta (LPBP), Rifan Soetrisno.

Rifan mengungkapkan, SMK Bintar satu satunya SMK di Purwakarta yang terpilih Jepang mengirimkan peserta didik untuk calnaker. Mereka akan dipekerjakan disejumlah perusahaan industri ternama di Jepang.

Kunjungan delegasi OIL & PTC ini, sebut Rifan, merupakan kunjungan balasan atas kunjungan perwakilan SMK Bintar Purwakarta ke Jepang dua bulan lalu. Pada pertemuan pertama di Jepang, lanjut Rifan, OIL & PTC membatasi jumlah siswa peserta magang. Namun, kemudian ada perubahan siswa peserta magang tak dibatasi.

 "Awalnya diminta cuma 2 siswa saja. Namun kemudian ada kelonggaran sebanyak mungkin. Hanya saja melalui proses seleksi yang ketat," paparnya.

Diakuinya, 4 siswa SMK Bintar ini juga merupakan yang tersisa dari 12 jumlah siswa SMK Bintar yang ikut seleksi. Delapan orang siswa telah gugur pada masa seleksi. "4 siswa yang tersisa ini juga nantinya diseleksi akhir hingga dua siswa yang terpilih. Seleksinya begitu ketat,"ujarnya.

Rifan menjelaskan, kenapa Jepang memilih calnaker Indonesia, karena tersedia calnaker usia produktif. Kondisi pekerja di Jepang berbeda dengan di Indonesia.

"Penjaringan calnaker di Jepang menggunakan metode piramida terbalik. Kalau di Indonesia, mayoritas pekerja diisi oleh anak muda. Di Jepang, kelompok pekerja orang tua yang banyak. Inilah yang memantik Jepang mencari pekerja muda produktif mengganti golongan pekerja tua di Jepang," urai Rifan.

Pada bagian lain, Rifan menambahkan, SMK Bintar menggandeng Bank BRI Syariah untuk proses pembiayaan 4 siswa SMK Bintar yang akan melakukan magang di Jepang. Selama dua tahun, satu siswa peserta magang terkena biaya Rp 250 juta. Ini dilakukannya lantaran proses magang ini tak disokong pihak pemerintah.

"Untuk pelunasan, akan dilakukan secara kredit dari upah bekerja para siswa ini. Sisanya dipakai untuk living cost mereka," jelasnya.

Satu guru SMK Bintar yang mengaku 5 tahun pernah bekerja di Jepang menuturkan, gaji pekerja yang menempati sektor industri di Jepang sangat jauh lebih tinggi dibanding Indonesia.

 "Pada proses magang saja pekerja memperoleh gaji Rp 10 juta/bulan. Kalau sudah karyawan tetap Rp 25 juta. Makanya pada berebut pengen bekerja di Jepang," ungkapnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: