» » » Intervensi Proses Hukum, Jokowi Hancurkan Wibawa Polri!

SJO, JAKARTA – Pembebasan penyidik KPK Novel Baswedan oleh penyidik Polri atas usulan Jokowi menjadi perhatian publik. Pasalnya, hal tersebut dinilai masyarakat adalah salah satu bentuk intervensi terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh Jokowi.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, masyarakat sangat khawatir dengan kondisi nasional yang tak kunjung membaik dibawah pimpinan Jokowi saat ini seperti, pelemahan penegakan hukum, tidak stabilnya ekonomi, sosial dan politik sangat kacau, yang semuanya berujung pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Masyarakat menginginkan para lembaga penegak hukum saling menghormati dan saling percaya pada proses hukum yang dilakukan satu sama lain, karena jika benar Novel tidak terbukti bersalah pasti pengadilan akan membebaskan Novel, dan Jokowi tidak bisa intervensi dengan kekuasaannya, karena berakibat hilangnya wibawa Polri”, tegas Panji.

Seharusnya dalam kasus tersebut Jokowi menjadi penengah, bukan seolah memperkeruh suasana KPK vs Polri yang sudah mereda dan saat ini kembali bersitegang. “Masyarakat menghimbau kepada Jokowi jika ingin mendapatkan kembali kepercayaan publik untuk memimpin Indonesia, perkuat penegakan hukum dan stabilkan ekonomi serta politik, karena jika Jokowi tak mampu, bukan tidak mungkin beberapa bulan kedepan akan  ada gerakan mosi tidak percaya dari rakyat terhadap kepemimpinan Jokowi”, tutup Panji. (rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: