» » Guru Inspiratif Mendapat Reward Bupati

SJO, PURWAKARTA - Dari kesederhanaan Nana Herdiana (47), sebagai seorang guru bisa menjadi nilai inspiratif, selama 26 tahun mengajar di SDN 3 Tajur Sidang,Kecamatan Sukatani Purwakarta ini, setiap harinya memiliki kebiasaan yang sangat berbeda. "Yaitu selalu berjalan kaki ke Sekolah walaupun harus menempuh hampir 20 KM setiap harinya".

Menurut Nana, kebiasaannya ini dilakukan semenjak menjadi guru honorer tahun 1989 hingga sekarang. Walaupun sudah mempunyai kendaraan, tetapi saya enggan untuk menggunakannya, karena selain untuk menghemat juga sebagai kebugaran bagi tubuh.

“Hari ini masih masih dijalani,upaya untuk menghemat juga itung – itung berolahraga.” ujarnya.
Nana menyeritakan, bahwa kebiasannya itu dilakukan sebagai jalur alternatif, karena untuk melalui jalur umum, jarak tempuhnya bisa lebih jauh lagi,sehingga dia berinisatif untuk berjalan kaki ke tempatnya mengajar.

“Jadi Jauh kalau pakai kendaraan,jadi saya ambil jalan pintas saja,jaraknya bisa diperpendek lagi,terlebih kalau lewat umum kita harus memutari dulu danau jatiluhur". Katanya.

Selain itu, menurut Nana, dengan berjalan kaki, selain bisa menghemat biaya juga, mengajarkan kepada siswanya untuk senantiasa berpola hidup sederhana. Tuturnya.

Atas kebiasaan yang dijalaninnya itu, Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi,SH., memberikan penghargaan kepada Nana Herdiana, sebagai Guru Inspiratif yang mengajarkan keihklasan dan kesederhanaan.

“Disematkan sebagai guru Inspiratif dan Teladan, ini contoh pengajar yang harus menjadi teladan bagi guru – guru lainnya.”, ungkapnya.

Atas ketauladannya itu, Pemkab Purwakarta memberikan Reward kepada guru bersangkutan. Alasan Dedi, karena perjuangan Nana untuk Dunia Pendidikan sangat besar.

Adapun bentuk penghargaan kepada guru Nana, yakni bantuan sebesar Rp 15 juta. Bantuan tersebut, diharapkan bisa jadi modal peternakan bagi guru Inspiratif. Misalkan, Guru Nana membeli kambing ataupun sapi. Supaya, bantuan itu lebih bermanfaat lagi.

Salain ketauladanannya itu, Dedi pun memuji kesederhanaan yang dilakukan sang guru tersebut. Salah satu contohnya, selama jadi guru PNS, Nana tidak memiliki hutang ke bank. Bahkan, surat keterangan (SK) pengangkatan PNS-nya, tak pernah digadaikan dan terlebih lagi mampu menguliahkan keempat adiknya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: