» » » » » Guru di Ciamis Ada Yang Harus Kembalikan Uang Sertifikasi

SJO Ciamis - Guru penerima sertifikasi di Ciamis harus mengembalikan uang sertifikasi. Namun pengembalian tersebut tidak diterapkan kepada seluruh guru. Hal tersebut dijawab langsung, Kadisdikbud Ciamis Toto Marwoto.

"Ya, di Ciamis memang ada beberapa guru penerima sertifikasi yang berdasarkan ketentuan harus mengembalikan uang sertifikasi yang telah diterimanya, tapi berapa orang dan berapa nominal uang yang harus dikembalikan masih kita rekap” Ujar Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Drs H Toto Marwoto MM pada SJO, Jumat (29/05).

Menurutnya, salah satu indikator utama untuk mengontrol guru penerima sertifikasi adalah kehadiran.

“24 jam mengajar tiap minggu untuk guru penerima sertifkasi itu wajib. Aturan mensyaratkan seperti itu. Jadi logikanya, jika seorang guru tiga hari berturut-turut tidak masuk, pasti jam mengajarnya di minggu tersebut kurang dari 24 jam. Secara aturan, mereka harus mengembalikan uang sertifikasi yang sudah mereka terima di bulan tersebut,” terangnya.

Kebijakan ini berlaku secara nasional, lanjutnya. Indikator tersebut berlaku untuk seluruh guru penerima tunjangan sertifikasi di Indonesia.

“Itu aturan dari Kementerian Aparatur Negara, jadi kita hanya melaksanakan saja. Yang memeriksanya juga bukan kita, dari badan kepegawaian dan BPK,” jelas Toto.

Toto menegaskan, Kita tengah berupaya mencari solusi terbaik terkait persoalan pengembalian dana sertifikasi tersebut.

“Memang aturannya seperti itu, tapi kita sedang kaji. Nanti kita lihat apa alasannya tidak memenuhi jam mengajar. Hasil evaluasi ini juga akan kami jadikan masukan ke pusat”.

“Tunjangan sertifikasi itu reward untuk para guru yang bekerja secara profesional, itu hak mereka. Tapi kita juga tidak menafikan di lapangan ada berbagai persoalan. Intinya, dinas pendidikan akan terus berupaya bagaimana antara aturan dan kondisi di lapangan itu bisa bersinergi,” pungkasnya. (Jepri)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: