» » » » » Cryptocurrency Diprediksi Bakal Menggeser Pertukaran Mata Uang Riil

Oleh: Fionna Melinda K.*)

Uang elektronik yang dapat menggeser uang riil dan jasa perbankan sebagai perantara pengiriman uang. Cryptocurrency adalah mata uang virtual yang dapat menjadi salah satu media pertukaran mata uang riil (seperti USD, euro, yen, dll). Cryptocurrency dirancang untuk tujuan pertukaran informasi digital melalui proses dan prinsip-prinsip kriptografi tertentu.

Kriptografi digunakan untuk mengamankan transaksi dan mengontrol penciptaan uang digital baru. Keamanan ini juga membuat fitur cryptocurrency sulit untuk dipalsukan karena tidak dikeluarkan oleh otoritas pusat, dan secara teoritis kebal terhadap campur tangan pemerintah atau manipulasi.


Tidak ada biaya transaksi untuk setiap penggunaan uang digital ini dan akun yang ada dapat menggunakan nama anonym kecuali pengguna tersebut membeli cryptocoin di gate (tempat pertukaran valuta digital dengan uang ril)  resmi yang tersedia. Selain membeli di gate resmi, para pemilik cryptocoin dapat menghasilkan uang digital ini dengan teknik mining.

Cryptocurrency pertama yang dibuat adalah Bitcoin yang diluncurkan pada tahun 2009. Saatini ada ratusan cryptocurrencies lainnya sering disebut sebagai Altcoins. Sekarang, banyak perusahaan yang mulai menerima cryptocurrency sebagai alat pembayaran, terutama Bitcoins. Perusahaan yang sudah menerima bitcoins sebagai alat pembayaran adalah Microsoft, dell, overstock, amazon, wallmart, nike (online), REEDS jewel, Expedia, holiday inn, burger bear, dll.

Di Indonesia sendiri, gate resmi Indonesia telah tersedia sehingga masyarakat dapat membeli cryptocurrency dengan mudah di internet. Harga yang di tawarkan relative berbeda satu dengan yang lain.  Misalkan saja 1 bitcoin dijual seharga $240,54 dan harga litecoin Rp 18.571 atau sekitar $1,5.

Dengan semakin berkembangnya cryptocurrency, maka uang digital ini diprediksi akan menggeser penggunaan uang ril dan jasa perbankan untuk mentransfer uang dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan oleh masyarakat maupun perbankan.

Apabila masyarakat secara luas telah menggunakan cryptocurrency sebagai alat permbayaran, maka transfer uang di dalam maupun luar negeri akan semakin mudah. Hanya dalam waktu singkat akan memudahkan orang mentransfer dan menerima uang. Sedangkan perbankan sendiri, untuk mentransfer uang keluar negeri biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal ini menjadi PR tersendiri bagi pihak perbankan. Apakah perbankan akan menggunakan dan mengadopsi cryptocurrency dalam pertukaran mata uang atau tidak.

Bank akan memiliki resiko seperti penurunan pendapatan akibat penurunan penggunaan fasilitas bank oleh masyarakat karena apabila cryptocurrency ini telah beredar secara luas dan dapat digunakan di semua tempat sebagai alat pembayaran, maka masyarakat akan lebih memilih cryptocurrency karena di anggap lebih mudah, aman, dancepat.  (***)

*) Penulis adalah Mahasiswa S2 ITB

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: