» » » » » Bupati Akan Relokasi Warga Korban Longsor

SJO, KAB.BANDUNG–Bupati Bandung Dadang M Naser menegaskan akan merelokasi warga korban longsor di Kampung Cibitung Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan. Namun menurut Bupati langkah relokasi itu akan dibicarakan dulu dengan pihak Star Energy, Perhutani dan Perkebunan. Hal itu diungkapkan Bupati Bandung Dadang M Naser ketika meinjau lokasi bencana longsor, Rabu siang (6/4/15).

“Sudah pasti ini harus direlokasi seluruhnya, karena tidak memungkinkan lagi untuk tetap tinggal di sini. Terlalu berbahaya jika ada longsor susulan. Nanti kita akan bicarakan dengan pihak-pihak terkait” katanya.

Warga yang harus direlokasi itu berjumlah kurang lebih 206 jiwa atau 52 Kepala Keluarga, yang merupakan warga penghuni rumah bedeng milik PT PN VIII.

“Total semua kurang lebih ada 52 KK yang berjumlah 206 jiwa di tempat ini. Saya tidak mau mengambil resiko ke depannya, maka relokasi hal yang mutlak harus dilakukan” ujarnya.

Untuk sementara menurut Bupati, warga korban longsor masih diungsikan di dua tempat yaitu aula Balai Desa Margamukti yang berjarak kurang lebih 5 Km dari lokasi bencana, dan di penginapan milik Star Energy. Data terakhir yang tercatat hingga berita ini diturunkan, 4 orang dinyatakan meninggal dunia, dan belasan lainnya luka-luka.

Bupati juga menegaskan, bahwa longsoran tanahlah yang menyebabkan pecah dan meledaknya pipa panas bumi milik Star Energy.

Menurut Bupati, ini meluruskan kabar yang simpang siur di masyarakat.

“Ini harus diluruskan ya, pipa ini pecah dan meledak karena longsoran tanah yang menimpa pipa, bukan karena ledakan lalu ada longsoran tanah. Sekali lagi harus diluruskan, tidak seperti kabar yang beredar di masyarakat”, ungkapnya.

Dadang Naser juga mengungkapkan, sejak tahun 2011 lalu pihaknya sudah memperingatkan kepada pihak star energy tentang retakan tanah di sekitar pipa yang juga dekat dengan pemukiman.

“Kita sudah peringatkan melalui surat resmi ke star energy, tentang adanya retakan tanah berdasarkan hasil penelitian Badan Geologi. Tetapi yang kita prediksi retakan tanah itu yang berada di bawah pipa, tetapi saat ini kejadianya justru longsor terjadi akibat ada retakan tanah yang di atas pipa atau di atas tebing gunung wayang”, katanya.

Sudah Diprediksi

Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, sudah dideteksi ada retakan tanah di bibir jurang tanah yang longsor beberapa bulan lalu, sehingga warga di sekitar sempat mengungsi.

“Beberapa bulan lalu sudah diungsikan karena terdeteksi ada retakan tanah di bibir jurang kaki gunung wayang di atas sana. Namun, karena tidak terjadi apa-apa, maka warga berinisiatif kembali ke rumah masing-masing, dan akhirnya terjadi bencana itu”, katanya di lokasi, Rabu (6/4).

Marlan juga mengungkapkan BPBD Kabupaten Bandung sudah berkoordinasi sebelumnya dengan piohak Star Energy dan Badan Geologi tentang retakan tanah itu.

“Kita sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Badan Geologi dan pihak Star Energy yang memiliki pipa panas bumi yang melintas kawasan ini. Bada Geologi merekomendasikan relokasi warga, sementara Star Energy menutup satu sumur” ujarnya.

Menurut Marlan, upaya itu berhasil mengurangi dampak bencana tanah longsor yang terjadi Selasa sore 5 Mei 2015. (tim)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: