» » » » Wartawan Bandung Kecewa Dibatasi Meliput Peringatan KAA ke 60

SJO BANDUNG  - Sungguh ironi, menjelang hajat Konferensi Asia Afrika (KAA) ke 60 Tahun 2015 pada 24 April nanti, wartawan lokal tampaknya harus gigit jari. Pasalnya, walau mereka telah mendaftarkan diri di Media Center KAA dan telah mendapatkan ID Card, namun mereka hanya diperkenankan meliput di area terbatas.

Hanya wartawan dengan ID Badge dari Kemenkominfo yang diperbolehkan meliput hingga ke ring 1. Hal itu jelas membuat banyak wartawan Kota Bandung yang heran, saat pertemuan media Briefing di Hotel Aston Primavera, Jalan Pasteur, Bandung, Kamis (16/4).

Salah satu insan media mengatakan mengalami kesulitan saat hendak mendaftarkan secara online. Tidak bisa submit saat pendaftaran Id card badge melalui online,  namun dari redaksi yang sama, wartawan Jakarta sangat mudah melakukan pendaftaran.

Panitia Pelaksana Nasional Konferensi Asia Afrika (KAA) bagian humas fasilitas jurnalis Kemenkominfo, Fredy Tulung, menanggapi hal tersebut, pihaknya  mengaku sama kebingungan. Dikatakan kalau hal tersebut salah teknis.

Menurut Fredy, pihaknya akan memperjuangkan aspirasi wartawan. Ia meminta kelonggaran satu hari agar bisa membicarakan hal ini bersama Paspampres.

"Saya gak janji, namun saya usahakan saya akan kordinasi dengan diskominfo Kota Bandung dan provinsi. Ini upaya terakhir. dan memang area liput bukan kewenangan menkominfo" Ujarnya.
Pihaknya meminta kelonggaran waktu, tekhnisnya dan hasilnya akan di umumkan di website KAA

"Saya minta satu hari ya. Besok, bagaimana (Jum'at, 17/4-Red) kita akan post di www.aacc2015.com" tutupnya.(Vio/Dn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: