» » » » Wagub: Perlu Mitigasi & Jaga Lingkungan Untuk Kurangi Risiko Bencana

SJO, KAB. SUKABUMI - Saat meninjau lokasi longsor di Kampung Cimerak RT 25 RW 07, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunggas, Kabupaten Sukabumi, Senin sore (30/3), Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengatakan perlunya mitigasi dan peran serta semua pihak dalam menjaga lingkungan, sehingga hal ini dapat mengurangi terjadinya risiko bencana.

"Perlu ada mitigasi dan menjaga lingkungan, perlu juga merelokasi penduduk yang ada di daerah rawan bencana," ungkap Wagub.

"Melatih masyarakat pada saat menghadapi becana, sebelum bencana terjadi-gejalanya seperti apa, itu edukasi penting dilakukan. Makanya mitigasi, upaya pengurangan risiko bencana," tambah Wagub.

Untuk itu, Wagub pun mengungkapkan setiap kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat harus bisa melihat potensi bencana yang ada di wilayahnya masing-masing. Karena Jawa Barat merupakan ring of fire atau bagian dari cincin api dunia yang rawan bencana, sehingga menurut Wagub harus ada mitigasi bencana dari setiap kabupaten/kota yang ada di Jabar. Wagub pun ingin setiap kabupaten/kota di Jabar punya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar memudahkan koordinasi saat bencana terjadi.

Hingga tahun ini, Pemprov telah mendata wilayah di Jawa Barat yang sangat rawan longsor, yaitu: Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Terkait longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Wagub mengatakan proses pembenahan akan dilakukan dalam waktu seminggu. Longsor ini terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2015 pkl. 23.00 WIB. Ada 11 unit rumah tertimbun, 1 diantaranya rusak sedang dan 10 unit rumah rusak berat. Sementara itu, 97 unit rumah dan 97 KK terdiri dari 290 jiwa terancam.

Selain itu, longsor ini pun mengakibatkan 15 orang tertimbun, namun 3 diantaranya ditemukan selamat atas nama Mak Ipin, Kardi, dan Tijah. Dan berikut 12 orang korban yang ditemukan meninggal:
1. Maya (13 tahun),
2. Aisyah (50),
3. Opan Sopardi (56),
4. Dede (40),
5. Elsa (15),
6. Egi (6),
7. Lisdiawati (4),
8. Nyai Jamilah (40),
9. Lilis (36),
10. Aldi (12),
11. Abdul Malik (42), dan
12. Deni (40).

Untuk menangani bencana longsor ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan, diantaranya: beras (1000 kg), lauk pauk (350 paket), makanan siap saji (350 paket), kid ware (10 paket), velbed (5 buah), matras (50 lembar), family kit (40 paket), tenda gulung (20 paket), serta selimut wol (50 potong). Total bantuan ini senilai Rp 65.718.570,00.

Pada kesempatan, secara pribadi Wagub Deddy Mizwar pun memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 35 juta, yang diberikan kepada 12 korban meninggal dunia yang berasal dari 7 keluarga yang mendapat Rp 5 juta per keluarga.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: