» » » » Wagub Deddy Mizwar Buka Musrenbang Jabar 2015

SJO, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat membuka secara resmi acara awal Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat Tahun 2015. Musrenbang ini digelar di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Jl. Ir. H. Juanda Bandung, Rabu (1/4).

Musyawarah Perencanaan Pembangunan merupakan kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Dan Musrenbang tahun ini digelar dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2016 dengan tema pembangunan "Satu Perencanaan Jabar Untuk Peningkatan Daya Saing, Kemandirian, dan Kesiapan Dalam Persaingan Global”.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Deny Juanda mengatakan, pelaksanaan Musrenbang tersebut merupakan forum untuk diskusi antarpelaku-pembangunan. “Musyawarah ini merupakan forum antarpelaku-pembangunan, yaitu pemerintahan atau eksekutif, legislatif (DPRD), kemudian para akademisi, dunia usaha, dan komunitas. Hal ini lebih dikenal dengan Jabar Masagi,” ungkap Deny dalam sambutannya.

Sementara itu, tujuan dilaksanakannya Musrenbang ini, Deny menjelaskan, yaitu: untuk menyepakati usulan program dan kegiatan pembagunan, dalam hal ini tematik sektoral, prioritas OPD/Biro provinsi, dan bottom up atau usulan yang diusung dari kabupaten/kota; menyepakati program dam kegiatan tematik kewilayahan, prioritas OPD/Biro Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota; serta menyepakati program dan kegiatan tematik metropolitan dan pusat pertumbuhan, yang saat ini meliputi metropolitan Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta), Bandung Raya (meliputi 5 kabupaten/kota), dan Cirebon Raya. Sementara pusat pertumbuhan meliputi Pangandaran Raya, Rancabuaya, dan pusat pertumbuhan Pelabuhan Ratu.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Dalam sambutannya, Deddy Mizwar mengatakan bahwa Musrenbang merupakan upaya untuk melakukan verifikasi, validasi, dan harmoninsasi untuk mewujudkan pembanguan di Jabar yang bermutu dan akuntabel.

“Forum (Musrenbang) ini juga sebagai wahana strategis untuk membangun kesepahaman dan kesepakatan dalam menentukan program prioritas sebagai rancangan dokumen RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2016,” tambah Wagub.

Wagub pun mengatakan, pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat harus memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk menjawab tantangan, serta dapat mengubah hambatan menjadi harapan.

Ada beberapa program pembangunan yang menjadi “pekerjaan rumah”, khususnya menyangkut berbagai hal atau isu strategis, seperti peningkatan kualitas dan saya saing sumber daya manusia Jawa Barat, pemantapan infrastruktur perekonomian masyarakat, peningkatan mutu dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan, perwujudan lingkungan hidup berkualitas agar pembangunan berkelajutan, serta memperkokoh kearifan lokal dalam kehidupan sosial dan budaya.

“Saya berpesan bahwa forum strategis ini harus mampu dimanfaatkan secara maksimal, serta menjadi ruang diskusi yang konstruktif dalam melahirkan berbagai gagasan solutif untuk menjawab berbagai isu strategis pembangunan, yang pada gilirannya mampu melahirkan kebersamaan dan penguatan multipihak, khususnya antarstruktur-pemerintahan di Jawa Barat dalam rangka melahirkan keseragaman dan kesatuan perencanaan pembangunan. Sebagaimana tema pembangunan Jawa Barat tahun 2016 yaitu Satu Perencanaan Jabar Untuk Peningkatan Daya Saing, Kemandirian, dan Kesiapan Dalam Persaingan Global,” papar Wagub.

Pada kesempatan ini, Wagub pun mengutarakan bahwa dalam rangka menjamin keberlanjutan pembangunan di Jawa Barat khusus pada periode RPJMD 2013-2018, telah ditetapkan beberapa kebijakan operasional pembangunan, diantarnya:

1.  Melanjutkan program pembangunan yang sudah baik dan sudah selesai agar dapat dimanfaatkan dan direplikasi ke berbagai daerah;
2.  Menuntaskan program pembangunan yang sudah baik dan sudah mulai dilaksankan namun belum selesai untuk segera dapat dimanfaatkan;
3.  Memberikan dukungan pada program pembangunan yang dilakukan langsung oleh komunitas berbasis masyarakat, akademisi atau institusi pendidikan dan riset, dan dunia usaha;
4.  Reposisi dengan menerapkan strategi baru untuk program pembangunan, namun belum bisa dilaksanaka karena ada hambatan; dan
5.  Melakukan reorientasi dengan meyusun program baru bersifat terobosan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pembangunan yang perlu segera dilakukan bersama bupati/walikota dengan dukungan dari pemerintah pusat.

Musrenbang 2015 Jabar ini akan belangsung selama dua hari, mulai tanggal 1-2 April 2015. Pembukaan acara awal Musrenbang 2015 turut dihadiri para Asisten Daerah Setda Provinsi Jawa Barat, para Anggota DPRD Jawa Barat, para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota di Jawa Barat, serta para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota Provinsi Perbatasan.(rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: