» » » » TSI Bogor Dipercaya Konservasi Giant Panda

SJO, BANDUNG- Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor dipercaya untuk melakukan konservasi atau pengembangbiakkan Giant Panda oleh Negara Tiongkok.

Untuk melaksanakan proyek tersebut, pihak TSI telah melakukan berbagai langkah, antara lain melakukan pembangunan fasilitas untuk pengembangbiakkan binatang dari Negeri Tirai Bambu tersebut di Kawasan Gunung Gede Pangrango.

“Yang kami terima nanti sepasang Giant Panda. Mudah-mudahan di akhir 2015 ini kami sudah bisa lounching untuk Proyek Giant Panda ini,” kata Asep Firmansyah, Humas Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, dalam Presentasi Program Taman Safari Indonesia Tahun 2015 di hadapan peserta Rapat Pembinaan Produk Pariwisata Jabar Tahun 2015 di Ruang Sidang Lt. 3 Gedung Disparbud Provinsi Jawa Barat, Jalan LLRE Martadinata Nomor 209, Kota Bandung, Selasa (28/4).

Untuk mendapatkan kepercayaan mengembangbiakkan Giant Panda tersebut, menurut Asep, tidaklah mudah, melainkan harus melalui proses diplomasi Government to Government atau Negara dengan Negara. Selain itu, harus ada ijin dari Amerika Serikat karena Panda sudah menjadi Icon Dunia.

“Diplomasi untuk mendapatkan kepercayaan mengembangbiakkan panda tersebut, mulai dilakukan pada masa kepemimpinan Bapak Presiden Suslo Bambang Yudhoyono,” katanya.

Di dunia ini, menurut Asep, baru ada 13 negara yang telah dipercaya untuk melakukan konservasi Panda, yaitu Amerika Serikat di tiga kebun binatang, Jepang di dua kebun binatang, Australia, Meksiko, Skotlandia, Australia, Kanada, Thailand, Singapura, Taiwan, Spanyol, Jerman dan Belgia. Jadi, Indonesia merupakan negera yang ke-14 yang dipercaya melakukan konservasi oleh Tiongkok atau Negara ke-15 yang melakukan konservasi Panda.

“Giant Panda yang didatangkan untuk konservasi tersebut, statusnya merupakan pinjaman dari Tiongkok dengan masa pinjaman selama 10 tahun dengan jaminan Satu Juta Dollar Amerika Serikat setiap tahunnya. Kalau tidak berhasil atau tidak bisa mengembangbiakkan, maka Panda tersebut akan ditarik kembali. Dan sekarang, Tiongkok akan menarik dari Australia karena di Australia, Panda tidak bisa berkembang biak,” katanya.

Untuk melakukan konservasi Giant Panda tersebut, kata Asep, pihak TSI saat ini sedang membangun kawasan konservasi atau pengembangbiakkan Giant Panda di Kawasan Gunung Gede Pangrango. Bangunan intinya sendiri, bernama Hilltop dibangun dengan tiga lantai, dengan kapasitas 500 pngunjung sekali masuk, berada di Puncak Gunung Gede Pangrango dengan ketinggian 1300 meter di atas permukaan air laut.

Kawasan konservasi Giant Panda tersebut, selain akan dilengkapi dengan kebun bamboo untuk makanan Giant Panda, juga akan dilengkapi dengan Theater, Restoran, Halte Bus serta fasilitas lainnya mengenai panda dan kebudayaan Tiongkok.

“Para pengunjung Taman Safari yang akan melihat Panda nanti disediakan Bus untuk mencapai lokasi. Sekarang pembangunan kawasan untuk konservasi Giant Panda itu sudah mencapai 80 persen. Biaya Pembangunan untuk Proyrk Konservasi Panda ini tidak sedikit mencapai angka Trilyun,” katanya. (enal)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: